Erick Thohir Tegaskan Liga 1 2023/2024 Diputar 1 Juli dengan Sistem Berbeda
Rabu, 19 April 2023 - 17:00 WIB
loading...
Ketum PSSI, Erick Thohir mengatakan Liga 1 2023/2024 akan menerapkan sistem berbeda. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan Liga 1 2023/2024 bakal menerapkan sistem berbeda. Nantinya akan ada sistem playoff untuk tim yang menempati posisi empat besar.
Baca Juga: Jangan Main-main! Erick Thohir Ancam Degradasi Pelaku Match Fixing di Sepak Bola Indonesia
Kompetisi Liga 1 2022/2023 sudah berakhir dengan PSM Makassar jadi juara. Juku Eja -julukan PSM Makassar- menempati posisi puncak dengan mengumpulkan 75 poin dari 34 laga.
Erick lalu menegaskan Liga 1 2023/2024 akan digelar pada 1 Juli nanti dengan menggunakan sistem berbeda. Dia menjelaskan nantinya akan ada babak playoff untuk empat tim teratas di akhir musim.
"1 Juli (2023) Liga 1 dimulai, sistemnya yang disepakati bahwa ada di akhir musim peringkat 1-4 ada playoff dan ada juara musim dan hasil playoff," kata Erick di GBK Arena, Rabu (19/4/2023).
Erick menjelaskan itu dilakukan untuk membuat Liga 1 dan klub-klub mendapatkan pendapatan lebih baik. Juga disusul dengan prestasi yang lebih baik serta tidak adanya kecurangan.
Dia mengatakan sistem itu bertujuan untuk menghilangkan match fixing atau pengaturan skor. Ini agar tidak ada kecurangan.
Baca Juga: Jangan Main-main! Erick Thohir Ancam Degradasi Pelaku Match Fixing di Sepak Bola Indonesia
Kompetisi Liga 1 2022/2023 sudah berakhir dengan PSM Makassar jadi juara. Juku Eja -julukan PSM Makassar- menempati posisi puncak dengan mengumpulkan 75 poin dari 34 laga.
Erick lalu menegaskan Liga 1 2023/2024 akan digelar pada 1 Juli nanti dengan menggunakan sistem berbeda. Dia menjelaskan nantinya akan ada babak playoff untuk empat tim teratas di akhir musim.
"1 Juli (2023) Liga 1 dimulai, sistemnya yang disepakati bahwa ada di akhir musim peringkat 1-4 ada playoff dan ada juara musim dan hasil playoff," kata Erick di GBK Arena, Rabu (19/4/2023).
Erick menjelaskan itu dilakukan untuk membuat Liga 1 dan klub-klub mendapatkan pendapatan lebih baik. Juga disusul dengan prestasi yang lebih baik serta tidak adanya kecurangan.
Dia mengatakan sistem itu bertujuan untuk menghilangkan match fixing atau pengaturan skor. Ini agar tidak ada kecurangan.
Lihat Juga :