Persaingan yang Menggemaskan dan Menyebalkan di Seri A
Rabu, 22 Juli 2020 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Itulah yang membuat Seri A terasa menggemaskan dan menjengkelkan terutama untuk mereka yang mulai bosan Juventus menjadi juara. Setelah Juve menundukkan Lazio 2-1 dengan dua gol dari Cristiano Ronaldo, pasukan Maurizio Sarri mulai bisa berhitung gelar. (Baca juga: Ada Video Dugaan Penyiksaan Muslim Uighur, China Masih Berkelit)
Kemenangan 2-1 atas membuat Juve unggul delapan poin dari Inter di puncak klasemen. Secara matematis Juventus dapat merayakan gelar Seri A pada Kamis (23/7/2020), jika Inter tidak mengalahkan Fiorentina. Alasannya, Juve unggul head-to-head atas Inter.
Artinya, jika tim-tim ini menyelesaikan level, Juve masih akan keluar sebagai juara. Selisih gol hanya digunakan di Italia jika rekor head-to-head dan selisih gol dalam kedua pertandingan, keduanya sama. Inter kehilangan partai kandang dan tandang dalam pertandingan mereka dengan Juventus musim ini, yakni 2-1 pada bulan Oktober dan 2-0 pada bulan Maret.
Itu berarti Juventus perlu empat poin untuk memastikan scudetto kesembilan berturut-turut. Namun, jika Inter gagal mengalahkan Fiorentina pada Rabu (22/7/2020) malam dan Juventus mengalahkan Udinese, selisihnya akan terlalu besar secara matematis untuk mengejar di tiga putaran tersisa musim ini. (Lihat videonya: Miris, Tak Punya HP Anak Pemulung Numpang Belajar di rumah Tetangga)
Atau, Juve bahkan bisa bermain imbang dengan Udinese dan masih mengambil gelar pada Kamis (23/7/2020), selama Inter kalah dari Fiorentina dan Atalanta gagal mengalahkan Bologna. Atalanta bisa mendekati sembilan poin dengan kemenangan melawan Bologna. Tapi, sekali lagi, mereka memiliki rekor head-to-head yang lebih rendah dengan Juve . Itu karena Juve menang 3-1 di Bergamo pada November dan bermain imbang 2-2 di Turin awal bulan ini. (Maruf)
Kemenangan 2-1 atas membuat Juve unggul delapan poin dari Inter di puncak klasemen. Secara matematis Juventus dapat merayakan gelar Seri A pada Kamis (23/7/2020), jika Inter tidak mengalahkan Fiorentina. Alasannya, Juve unggul head-to-head atas Inter.
Artinya, jika tim-tim ini menyelesaikan level, Juve masih akan keluar sebagai juara. Selisih gol hanya digunakan di Italia jika rekor head-to-head dan selisih gol dalam kedua pertandingan, keduanya sama. Inter kehilangan partai kandang dan tandang dalam pertandingan mereka dengan Juventus musim ini, yakni 2-1 pada bulan Oktober dan 2-0 pada bulan Maret.
Itu berarti Juventus perlu empat poin untuk memastikan scudetto kesembilan berturut-turut. Namun, jika Inter gagal mengalahkan Fiorentina pada Rabu (22/7/2020) malam dan Juventus mengalahkan Udinese, selisihnya akan terlalu besar secara matematis untuk mengejar di tiga putaran tersisa musim ini. (Lihat videonya: Miris, Tak Punya HP Anak Pemulung Numpang Belajar di rumah Tetangga)
Atau, Juve bahkan bisa bermain imbang dengan Udinese dan masih mengambil gelar pada Kamis (23/7/2020), selama Inter kalah dari Fiorentina dan Atalanta gagal mengalahkan Bologna. Atalanta bisa mendekati sembilan poin dengan kemenangan melawan Bologna. Tapi, sekali lagi, mereka memiliki rekor head-to-head yang lebih rendah dengan Juve . Itu karena Juve menang 3-1 di Bergamo pada November dan bermain imbang 2-2 di Turin awal bulan ini. (Maruf)
(ysw)
Lihat Juga :