Dihantam Krisis Keuangan, Luton Town Bangkit dari Divisi V ke Liga Primer Inggris dalam 9 Tahun
Minggu, 28 Mei 2023 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Luton Town akan bergabung dengan Burnley dan Sheffield United di Liga Primer Inggris musim depan. Stadion Kenilworth Road mereka akan menjadi tuan rumah sepak bola papan atas untuk pertama kalinya sejak 1992, ketika mereka terdegradasi dari Divisi Utama ke Football League.
Luton Town mencapai Liga Primer hanya sembilan tahun setelah dipromosikan dari Liga Nasional pada tahun 2014, tim tercepat yang naik dari tingkat kelima ke papan atas, bersama dengan Wimbledon antara tahun 1977 dan 1986.
"Rasanya luar biasa," kata manajer Luton Town Rob Edwards dilansir Reuters. "Saya harus jujur, satu-satunya hal yang saya pikirkan sekarang adalah Tom Lockyer (cedera). Kesehatan adalah hal yang paling penting, lebih penting daripada sepak bola."
Luton, yang finis ketiga di Championship dan mengalahkan Sunderland di semifinal play-off mereka, memastikan promosi ketika sepakan penalti Dabo dari Coventry keluar dari target setelah 11 penendang sebelumnya semuanya mencetak tendangan penalti mereka.
"Itu adalah hari kami, yang luar biasa, tapi saya juga merasakannya untuk mereka," ujar Edwards. "Banyak emosi yang terjadi saat ini, tapi saya sangat bangga."
Berkompetisi di papan atas akan menghasilkan rejeki nomplok finansial sebesar 290 juta pound (Rp5,3 triliun)) menurut Deloitte tetapi Edwards tetap membumi, dengan mengatakan itu akan bermanfaat.
Luton Town mencapai Liga Primer hanya sembilan tahun setelah dipromosikan dari Liga Nasional pada tahun 2014, tim tercepat yang naik dari tingkat kelima ke papan atas, bersama dengan Wimbledon antara tahun 1977 dan 1986.
"Rasanya luar biasa," kata manajer Luton Town Rob Edwards dilansir Reuters. "Saya harus jujur, satu-satunya hal yang saya pikirkan sekarang adalah Tom Lockyer (cedera). Kesehatan adalah hal yang paling penting, lebih penting daripada sepak bola."
Luton, yang finis ketiga di Championship dan mengalahkan Sunderland di semifinal play-off mereka, memastikan promosi ketika sepakan penalti Dabo dari Coventry keluar dari target setelah 11 penendang sebelumnya semuanya mencetak tendangan penalti mereka.
"Itu adalah hari kami, yang luar biasa, tapi saya juga merasakannya untuk mereka," ujar Edwards. "Banyak emosi yang terjadi saat ini, tapi saya sangat bangga."
Berkompetisi di papan atas akan menghasilkan rejeki nomplok finansial sebesar 290 juta pound (Rp5,3 triliun)) menurut Deloitte tetapi Edwards tetap membumi, dengan mengatakan itu akan bermanfaat.
Lihat Juga :