alexametrics

Inggris Terancam Didiskualifikasi, FA Warning Suporter

loading...
Inggris Terancam Didiskualifikasi, FA Warning Suporter
Kerusuhan suporter Timnas Inggris dan Rusia pecah selama tiga hari di awal pembukaan Piala Eropa 2016 sejak Jumat (10/6/2016). | belfasttelegraph
A+ A-
LONDON - Insiden kerusuhan suporter di Piala Eropa 2016 berbuntut ancaman diskualifikasi oleh UEFA. Hal itu rupanya membuat Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sebagai terdakwa langsung memberi peringatan kepada publiknya untuk jaga sikap selama di Prancis.

Kerusuhan suporter Timnas Inggris dan Rusia pecah selama tiga hari di awal pembukaan Piala Eropa 2016 sejak Jumat (10/6/2016). Puluhan korban berjatuhan akibat kericuhan yang berawal dari aksi rasis tersebut.

UEFA selaku otoritas tertinggi sepak bola Eropa, langsung mengancam akan mengusir kedua kesebelasan dari turnamen atau dengan kata lain didiskualifikasi andai penggemarnya tak mengubah sikap. Menurut mereka, segala bentuk kekerasan tidak bisa diterima di sepak bola.



Hal itu pun langsung direspon FA. Ketua Eksekutifnya Martin Glenn mengatakan perintah UEFA sangat serius mereka tanggapi dan meminta publik Negeri Ratu Elizabeth yang datang ke Prancis bisa mengerti.

"Kami mengambil surat dari UEFA ini dengan sangat serius. Kami memahami implikasi potensial dari tindakan pendukung kami dan sepenuhnya menerima bahwa setiap usaha harus dilakukan FA untuk secara positif mendorong mereka bertindak secara bertanggung jawab dan hormat," ucapnya dikutip Sky Sports, Senin (13/6/2016).

"Adegan kekerasan seperti yang disaksikan selama akhir pekan di Marseille tidak bisa diterima dalam sepak bola atau masyarakat secara keseluruhan. Kami ingin orang-orang atau penggemar dan penduduk lokal bisa merasa aman dan menikmati suasana festival di Piala Eropa. Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak berwenang yang relevan untuk mencapai hal tersebut," pungkasnya.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak