Tontowi/Liliyana Ingatkan Wakil Merah Putih Jangan Main Menggebu-gebu di Indonesia Open 2023
Minggu, 11 Juni 2023 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
“Harapan kami, mereka lolos sampai final dan ada yang juara. Tapi cuma kita liat di Singapura (Open 2023), Ginting jadi wakil satu-satunya (di semifinal), memang enggak gampang juga. Cuma karena ini jadi tuan rumah ya, pasti ada motivasi lebih, ada keinginan untuk kasih yang terbaik juga,” kata Liliyana kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Jakarta bersama Tontowi, Sabtu (10/6/2023).
Tontowi/Liliyana mengingatkan Skuad Garuda agar tak terlalu menggebu-gebu saat tampil di Indonesia Open 2023. Pasalnya, berdasarkan pengalaman peraih medali emas Olimpiade Rio 20216 itu, hal itu justru membuat mereka tak mampu bermain maksimal hingga Istora Senayan disebut angker untuk mereka.
“Tapi, jangan jadi bumerang juga karena kita (Tontowi/Lilyana) pernah ngalamin juga terlalu kepengen menang, tapi malah akhirnya dijulukinnya Istora angker buat Owi/Butet kan. Padahal kitanya sendiri yang kurang bisa maintain karena terlalu menggebu-gebu, fokusnya juga terpecah,” jelas Liliyana.
“Nah, sekarang ini adik-adik atlet saya rasa sudah tahu ya main di Indonesia itu gimana, dan lawannya kan itu-itu aja, tinggal gimana kesiapan mentalnya, fisik, kondisinya semua, ya saya sih pengennya ada yang juara tapi harus kerja keras,” tambahnya.
Istora Senayan memang cukup angker bagi Tontowi/Liliyana. Dari begitu banyak kesempatan tampil di depan publik sendiri di arena bersejarah tersebut, mereka hanya mampu satu kali menjadi juara yakni pada gelaran Indonesia Open 2018.
Sebelum itu juara dunia dua kali tersebut juga juara Indonesia Open 2017. Namun, kala itu mereka mentas di Jakarta Convention Center (JCC) karena Istora Senayan sedang dalam tahap renovasi menuju Asian Games 2018.
Tontowi/Liliyana mengingatkan Skuad Garuda agar tak terlalu menggebu-gebu saat tampil di Indonesia Open 2023. Pasalnya, berdasarkan pengalaman peraih medali emas Olimpiade Rio 20216 itu, hal itu justru membuat mereka tak mampu bermain maksimal hingga Istora Senayan disebut angker untuk mereka.
“Tapi, jangan jadi bumerang juga karena kita (Tontowi/Lilyana) pernah ngalamin juga terlalu kepengen menang, tapi malah akhirnya dijulukinnya Istora angker buat Owi/Butet kan. Padahal kitanya sendiri yang kurang bisa maintain karena terlalu menggebu-gebu, fokusnya juga terpecah,” jelas Liliyana.
“Nah, sekarang ini adik-adik atlet saya rasa sudah tahu ya main di Indonesia itu gimana, dan lawannya kan itu-itu aja, tinggal gimana kesiapan mentalnya, fisik, kondisinya semua, ya saya sih pengennya ada yang juara tapi harus kerja keras,” tambahnya.
Istora Senayan memang cukup angker bagi Tontowi/Liliyana. Dari begitu banyak kesempatan tampil di depan publik sendiri di arena bersejarah tersebut, mereka hanya mampu satu kali menjadi juara yakni pada gelaran Indonesia Open 2018.
Sebelum itu juara dunia dua kali tersebut juga juara Indonesia Open 2017. Namun, kala itu mereka mentas di Jakarta Convention Center (JCC) karena Istora Senayan sedang dalam tahap renovasi menuju Asian Games 2018.
Lihat Juga :