alexametrics

Olimpiade 2016

Medali Emas Tontowi Disambut Sujud Syukur Orang Tua

loading...
Medali Emas Tontowi Disambut Sujud Syukur Orang Tua
Kedua orang tua Tontowi, Muhammad Husni Muzaitun dan Masruroh, langsung sujud syukur menyambut sukses sang putra/Anang Firmansyah
A+ A-
BANYUMAS - Rasa syukur begitu dirasakan masyarakat Indonesia, khususnya di sebuah rumah di kawasan Selandaka, Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah. Di rumah itulah keharuan begitu terasa begitu Tontowi Ahmad yang berpasangan dengan Liliyana Natsir merebut medali emas Olimpiade 2016. Kedua orang tua Tontowi, Muhammad Husni Muzaitun dan Masruroh, langsung sujud syukur menyambut sukses sang putra.

Buat Tontowi membawa harum nama bangsa sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Namun merebut emas olimpiade jelas berbeda dibandingkan event lainnya. Prestasi membanggakan pebulu tangkis kelahiran

Jika membalik kisah, penampilan Owi dan Butet, sapaan akrab pasangan emas Rio itu terbilang berat. Mereka yang hadir di Brasil sebagai pasangan unggulan ketiga menjadi tumpuan kontingen Indonesia untuk mengembalikan tradisi emas yang sempat hilang empat tahun lalu di London.

Beban ini terbilang tinggi mengingat sepanjang tahun ini, Owi/Butet masih minim gelar. Selain itu faktor fisik juga jadi masalah. Tapi, semua kendala tersebut bisa mereka hadapi termasuk lolos dari hadangan pasangan nomor satu dunia Zhang Wei/Zhou Yunlei di semifinal.

Mereka ini sebenarnya bukan pasangan lama. Kedua pemain baru diduetkan pada 2010 ketika pasangan Liliyana sebelumnya, Nova Widianto gantung raket. Owi yang awalnya berpasangan dengan Richi Puspita Dili dicoba berpartner dengan Butet.

Butuh waktu hampir setahun untuk bisa menyaksikan kekompakan mereka di atas lapangan. Gelar pertama mereka direbut ketika berlaga di India Terbuka 2011. Setelah itu, gelar demi gelar berhasil mereka rengkuh.

Terhebat pernah mereka lakukan di All England setelah menjadi juara tiga kali beruntun pada 2012, 2013, dan 2014. Sebanyak 13 gelar berhasil mereka raih selama enam tahun ke belakang.

Hampir seluruh gelar Super Series, Kejuaraan Asia, dan Kejuaraan Dunia sudah pernah mereka sabet. Akan tetapi, ada gelar yang membuat mereka penasaran, yaitu meraih medali di ajang Olimpiade, terutama medali emas. Pada ajang empat tahun sekali itu mereka kerap gagal mempersembahkan medali. Terutama saat Olimpiade 2012, di mana langkah mereka terhenti di semifinal.

Penantian panjang itu akhirnya benar-benar mereka capai. Mereka hanya butuh 17 shuttlecock dengan durasi 45 menit, Tontowi/Liliyana mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Kado istimewa di HUT RI ke-17.
(bbk)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak