alexa snippet

Jelang Grand Prix Qatar 2017

Meski Gajinya Besar, Lorenzo Akui Tidak Lebih Baik Ketimbang Dovizioso

Meski Gajinya Besar, Lorenzo Akui Tidak Lebih Baik Ketimbang Dovizioso
Jorge Lorenzo enggan sesumbar bisa bersaing di seri perdana MotoGP 2017 di Qatar, Minggu (26/3/2017). Pembalap Spanyol menunjuk Andrea Dovizioso yang mampu melakukannya. Foto/asphaltandrubber.com
A+ A-
DOHA - Jorge Lorenzo tak berani jamin dirinya bersinar dalam debutnya bersama Ducati. Pembalap Spanyol itu menunjuk rekan setimnya, Andrea Dovizioso, yang bisa meraih hasil positif di seri perdana MotoGP 2017.

Ducati memboyong Lorenzo dari Yamaha dengan nilai kontrak fantastis. Juara dunia MotoGP tiga kali itu dibayar sebesar 7 juta dollar atau sekitar Rp 93,1 miliar per musim.

Sayang, kocek yang dikeluarkan Ducati belum mampu terbayar sejauh ini. Selama tes pramusim yang berlangsung sejak Januari, Lorenzo masih kesulitan menunggangi Desmosedici GP17. Catatan waktunya tidak lebih baik dari Dovizioso, bahkan kalah saing dari penggantinya di Yamaha, Maverick Vinales.

Atas dasar itulah, Lorenzo enggan sesumbar bisa bersaing di seri perdana MotoGP 2017 di Qatar, Minggu (26/3/2017). Menurutnya, Dovi akan mampu meraih hasil yang lebih baik ketimbang dirinya di Sirkuit Internasional Losail.

"Mungkin Dovizioso akan lebih cepat dari saya, sejauh ini sepanjang tes dia bisa menyelesaikannya di atas saya. Saya berharap tidak seperti itu, tapi dia juga akan melakukan hal yang sama," ujar Lorenzo seperti dikutip AS.

"Itu cukup masuk akal, meski Ducati mengeluarkan uang yang banyak untuk mendatangkan saya dan saya punya koleksi juara dunia lima kali. Pengalaman Dovi bersama motor ini sudah terlalu banyak," imbuhnya.

Soal Desmosedici, tambah Lorenzo, motor ini memang sulit dikendarai. Ia mencontohkan beberapa rider lain seperti Marco Melandri dan Valentino Rossi juga sempat kesulitan menunggangi motor pabrikan Italia tersebut.

"Motor ini memang sangat sulit untuk dipahami. Stoner mengatakan, semua orang yang datang ke sini pasti kesulitan. Beberapa di antaranya seperti Hayden yang bisa mendapat beberapa lap dan Melandri serta Rossi yang sempat gagal finis,"

"Yamaha adalah kebalikannya, lebih mudah untuk membawa M1 ketimbang Moto2 atau dua setengah kalinya karena punya banyak perangkat lebih elektronik, lebih lembut dan lebih cepat. Kami coba melakukannya bersama Ducati dan pada akhirnya anda akan bisa lebih cepat di Yamaha," tutupnya.



(sha)
loading gif
Top