alexametrics

Reli Dakar 2018

Permintaan Peru Kembali Dilewati Reli Dakar Dikabulkan

loading...
Permintaan Peru Kembali Dilewati Reli Dakar Dikabulkan
Frans Verhoeven (Yamaha) pada lomba Reli Dakar 2013 kelas motor. (Foto/Motorsport)
A+ A-
LIMA - Permintaan Peru untuk kembali jadi salah satu negara yang dilewati oleh Reli Dakar, akhirnya dikabulkan. Reli Dakar 2018 akan dimulai dari rute di Peru dan berakhir di Argentina, yang melalui Bolivia.

Ya, Peru sempat menjadi tuan rumah upacara pembukaan Reli Dakar pada 2013, dan sejak itu telah absen dari penyelenggaraan. Sebelumnya, pemerintah Peru menginginkan agar negaranya dapat kembali menggelar balapan usai 2017.
Seremonial start Reli Dakar 2013 di Peru. (Foto-Motorsport)
Rute Reli Dakar 2018 akan dimulai di ibu kota Lima, dan akan melalui Andes menuju ke Bolivia. Balapan ini juga akan melalui rute terkenal Danau Titicaca, yang berada di perbatasan dua negara, dan lalu mendekati La Paz, ibu kota Bolivia.

Selanjutnya, rute Reli Dakar musim depan akan berakhir di Cordoba, Argentina. “Edisi ke-40 dari Reli Dakar ini akan melepaskan kreativitas dengan berbagai lanskap pada menu Januari mendatang,” ucap Direktur Dakar, Etienne Lavigne seperti dilaporkan Motorsport.



“Setelah membaca sekilas perairan Pasifik dan kondisi pasir untuk balapan, para kompetitor akan menghadapi trilogi Andean dengan rasa yang berbeda,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Etienne Lavigne menjelaskan: “Sektor rute Bolivia dari reli akan menghadapi beberapa sisi Danau Titicaca, dilanjutkan dengan hari beristirahat di La Paz dan trek agak berbeda melalui Altiplano.”

“Medan luas dan beragam dari Argentina juga akan menjadi pemandangan dan tersaji dalam Reli Dakar 2018. Banyak kompetitor sudah melihat Cordoba sebagai puncak menakutkan yang mereka butuhkan untuk merebut gelar juara. Satu lagi podium di Dakar yang sempurna,” tukasnya. Adapun Reli Dakar 2018 akan terdiri dari 14 tahapan, dan akan digelar pada 6-20 Januari.
(sbn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak