alexa snippet

Pendingin Udara di JCC Jadi Bahan Evaluasi PBSI

Pendingin Udara di JCC Jadi Bahan Evaluasi PBSI
Berakhir sudah gelaran turnamen Indonesia Open 2017. Ketua Panitia Pelaksana Achmad Budiharto menggarisbawahi masalah pendingin udara dan flooring selama penyelenggaraan di JCC Plenary Hall / Badmintonindonesia
A+ A-
JAKARTA - Berakhir sudah gelaran turnamen Indonesia Open 2017. Indonesia selaku tuan rumah meraih satu gelar juara dari pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Ketua Panitia Pelaksana Achmad Budiharto bersyukur kejuaraan level bintang lima ini berjalan dengan sukses dan lancar. Meskipun demikian, tentunya masih banyak hal yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan dalam penyelenggaraan ke depannya.

"Kami bekerja keras untuk menjadikan JCC sebagai venue yang nyaman untuk pertandingan bulu tangkis. Tantangan kami adalah menentukan harga tiket yang kelIhatannya cukup tinggi, walau sebetulnya penonton diberikan kenyamanan yang sangat baik," tutur Budiharto seperti dikutip dari Badmintonindonesia, Selasa (20/6/2017).

Budiharto juga menggarisbawahi masalah pendingin udara dan flooring selama penyelenggaraan di JCC Plenary Hall. Selain itu, jadwal pertandingan juga menjadi salah satu bahan evaluasi.

"Jadwal juga akan dievaluasi bagi BWF dan panpel, tetapi ini memang terkait jadwal siaran televisi dan kami juga dalam bulan Ramadan," tambah Budiharto.

"Secara prestasi kami senang karena ganda campuran masih bisa meraih gelar juara lewat Tontowi/Liliyana. Tetapi ini menjadikan kami harus bekerja keras untuk meregenerasi pemain agar bisa juara di level super series/super series premier," pungkas Budiharto.

Menyinggung penyelenggaraan tahun depan, Budi belum dapat mengumumkan kepastian venue yang akan dipakai. Jika Istora belum memungkinkan untuk dipakai, maka JCC masih menjadi alternatif.
(sha)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top