alexametrics

Petarung Liberia Emoh Remehkan Pemilik Rekor 47 KO

loading...
Petarung Liberia Emoh Remehkan Pemilik Rekor 47 KO
Petarung unggulan asal Liberia, Jerome S. Paye berencana menunjukkan kepada penggemar MMA di Asia tentang kemampuannya / Istimewa
A+ A-
SURABAYA - Petarung unggulan asal Liberia, Jerome S. Paye telah siap untuk menghadapi pertarungan tiga ronde di kelas terbang melawan Yodsanan “Little Tyson” Sityodtong dalam salah satu laga ONE: CONQUEST OF KINGS di Surabaya, 29 Juli 2017 mendatang.

Penampilan Paye di ONE Championship memang kurang begitu mengesankan. Sejak memulai debutnya pada Februari 2016 lalu, dia tercatat sudah dua kali menelan kekalahan angka melawan Li Hao Jie (China) dan Stefer Rahardian (Indonesia).

Tapi Paye tidak lantas begitu saja menyerah. Petarung berambut gimbal itu pun berencana menunjukkan kepada penggemar MMA di Asia tentang kemampuannya. Paye mengakui jika ia sangat ingin untuk menempatkan kembali namanya di jalur kemenangan dan meraih kemenangan pertamanya di laga seni bela diri campuran terbesar di Asia.



"Saya sangat bersemangat untuk pertarungan selanjutnya. Saya sangat ingin untuk menunjukkan kepada para fans di Asia apa yang sebenarnya mampu saya lakukan. Bagi setiap petarung hebat, adalah mimpi mereka untuk dapat meraih kemenangan di organisasi MMA internasional layaknya ONE Championship. Sayangnya, saya belum mendapatkan kesempatan tersebut di pertarungan terakhir saya. Sekarang, saya harus membuktikan diri di depan seluruh dunia. Karenanya saya sangat meninginkan untuk memenangkan pertarungan ini," ujar Paye, dalam pernyataan resmi yang diterima SINDOnews, Selasa (11/7/2017).

Meski begitu, Paye memiliki tugas berat di hadapannya saat harus bertarung melawan Sityodtong. Petarung yang meraih gelar kelas bulu super WBA dan dikenal memiliki pukulan bertenaga andalan. Dengan kemampuannya, ia harus memanfaatkan kedua tangannya untuk menahan serangan dengan kombinasi khas miliknya.

Dengan rekor 47 KO saat bertinju dan tiga kemenangan serupa di MMA yang diraihnya, Sityodtong selalu mengincar kemenangan dengan cara yang sama dalam setiap pertarungannya. Dan, setelah meraih dua kemanangan berturut-turut, Sityodtong mencari kemenangan ketiga saat melawan Paye.

"Meskipun saya memiliki pengalaman dalam pertarungan seperti ini, saya tidak akan menganggap remeh. Ia tetap berbahaya. Ia adalah juara tinju dengan kehebatannya. Saya akan memaksimalkan kemampuan saya sebagai petarung MMA yang akan melawannya," tutur Paye.

Meraih kemenangan tak hanya memastikan posisinya di dunia olahraga internasional, namun juga bisa dikatakan sebagai sebuah jalan untuk memperluas citra Liberia sebagai bagian dari MMA yang semakin berkembang. Paye menekankan bahwa ia sangat bangga dapat mewakili Liberia di panggung dunia seperti ONE Championship dan sangat ingin membawa negaranya terkenal melalui MMA.

"Ini adalah sebuah kesempatan istimewa untuk mewakili Liberia di ONE Championship. Tidak semuanya mendapatkan kesempatan ini. Ini juga menjadi sebuah platform bagi semua fans di seluruh dunia untuk sedikit mengetahui mengenai Liberia. Saya ingin menempatkan Liberia dalam peta dunia MMA karena ini merupakan keinginan saya untuk membuka pintu kesempatan untuk rekan-rekan senegara. Orang-orang Liberia memiliki potensi di MMA. Ini adalah proses langkah demi langkah. Mendapatkan kemenangan adalah salah satu yang pertama," tutupnya.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak