Francis Ngannou: Industri Tinju Kotor! Ada Kekuatan Jahat
Sabtu, 11 November 2023 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
"Namun, saya juga memahami bahwa Anda tidak bisa masuk dan mengganggu sistem seperti itu. Saya kira itu adalah penampilan yang sangat buruk bagi tinju, untuk segala sesuatunya, dan ada banyak bisnis yang terlibat.''
"Jadi, beberapa hakim mengorbankan diri mereka sendiri dan menerima pukulan, dan menyelamatkan muka. Tetapi mereka tahu bahwa itu adalah pekerjaan kotor. Bahkan tidak ada penjurian, mereka bahkan tidak menilai pertarungan tersebut. Yang ada hanyalah, 'Oke, kita tidak akan kalah."
Ngannou juga mempermasalahkan sikutan Fury yang mendarat di wajahnya pada ronde keenam. "Saya kira bahkan jika terjadi KO, mereka akan menemukan cara untuk membuat saya [kalah] dalam pertarungan itu," kata Ngannou.
"Karena saya seharusnya memenangkan laga itu. Pria itu menyikut saya... dan wasit bahkan tidak mengatakan apapun karena itu. Jika sikutan itu melukai saya, saya yakin mereka akan menganggapnya sebagai pukulan dan memberinya keputusan, bukan? Tapi aku sudah siap. Saya mengetahui apa yang saya hadapi. Saya tidak akan membiarkan mereka masuk ke dalam pikiran saya atau membuat saya frustrasi. Saya hanya pergi ke sana untuk berlaga... Sepertinya pada akhirnya mereka pun menjadi frustrasi, karena sikutan itu pun terjadi karena rasa frustrasi.''
"Saya tidak peduli, saya hanya ingin [mendapatkan] pertarungan besar, melawan orang besar, dan pergi ke sana dan membuktikan bahwa orang-orang salah," lanjutnya.
"Jadi, beberapa hakim mengorbankan diri mereka sendiri dan menerima pukulan, dan menyelamatkan muka. Tetapi mereka tahu bahwa itu adalah pekerjaan kotor. Bahkan tidak ada penjurian, mereka bahkan tidak menilai pertarungan tersebut. Yang ada hanyalah, 'Oke, kita tidak akan kalah."
Ngannou juga mempermasalahkan sikutan Fury yang mendarat di wajahnya pada ronde keenam. "Saya kira bahkan jika terjadi KO, mereka akan menemukan cara untuk membuat saya [kalah] dalam pertarungan itu," kata Ngannou.
"Karena saya seharusnya memenangkan laga itu. Pria itu menyikut saya... dan wasit bahkan tidak mengatakan apapun karena itu. Jika sikutan itu melukai saya, saya yakin mereka akan menganggapnya sebagai pukulan dan memberinya keputusan, bukan? Tapi aku sudah siap. Saya mengetahui apa yang saya hadapi. Saya tidak akan membiarkan mereka masuk ke dalam pikiran saya atau membuat saya frustrasi. Saya hanya pergi ke sana untuk berlaga... Sepertinya pada akhirnya mereka pun menjadi frustrasi, karena sikutan itu pun terjadi karena rasa frustrasi.''
"Saya tidak peduli, saya hanya ingin [mendapatkan] pertarungan besar, melawan orang besar, dan pergi ke sana dan membuktikan bahwa orang-orang salah," lanjutnya.
Lihat Juga :