Miliarder AS Resmi Ambil Alih AS Roma

loading...
Miliarder AS Resmi Ambil Alih AS Roma
AS Roma resmi berpindah kepemilikan. The Friedkin Group resmi mengambil alih/Foto/Reuters
A+ A-
ROMA - AS Roma resmi berpindah kepemilikan. The Friedkin Group yang berbasis di Houston, Texas, telah menandatangani Perjanjian Pembelian Ekuitas untuk mengambil alih dari Roma dari pemilik lama James Pallotta.

Klub mengungkapkan bahwa kesepakatan telah dicapai antara AS Roma, mayoritas pemegang saham, dan The Friedkin Group untuk penjualan klub dan kontrak resmi telah ditandatangani pada Rabu (5/8/2020) malam waktu lokal, untuk transaksi senilai 591 juta euro (Rp10,2 triliun). (Baca juga: Kelompok Kuwait Mundur, Dan Friedkin Semakin Dekat Beli AS Roma).

"Kami berharap dapat menuntaskan pembelian secepat mungkin dan membenamkan diri dalam keluarga AS Roma," kata Friedkin dalam pernyataan di situs klub.

Presiden saat ini James Pallotta mengatakan kedua pihak akan bekerja untuk menyelesaikan proses selama beberapa hari mendatang. Transaksi diantisipasi akan ditutup pada bulan ini. (Baca juga: Ditinggal Smalling, Pertahanan Roma Terancam Rapuh).

“Selama bulan lalu, Dan dan Ryan Friedkin telah menunjukkan komitmen total mereka untuk menyelesaikan kesepakatan ini dan membawa klub lebih maju dengan cara yang positif. Saya yakin mereka akan menjadi pemilik masa depan yang hebat untuk AS Roma,” kata Pallotta dilansir Reuters.



Ini merupakan keterlibatan pertama dalam klub olahraga utama bagi Friedkin Group yang meliputi konsorsium perusahaan otomotif, perhotelan, hiburan, golf, dan petualangan. (Baca juga: Pandemi Covid-19 Turunkan Brand Klub Sepak Bola Eropa).

Ini termasuk Imperative Entertainment, yang menurut Friedkin Group disebut sebagai "studio hiburan inovatif" yang berbasis di California. Dan Friedkin memulai debutnya sebagai sutradara tahun lalu dengan film Lyrebird.

Pallotta yang memimpin sejumlah investor membeli AS Roma pada tahun 2012. Pallotta, seorang pengusaha keturunan Italia, mempekerjakan delapan pelatih berbeda saat dia berjuang menghidupkan kembali kejayaan klub, yang memenangkan gelar terakhir dari tiga gelar Serie A pada 2001.

Roma menjadi runner-up tiga kali di bawah kepemimpinannya tanpa secara serius menantang dominasi Juventus, yang telah memenangkan Serie A selama sembilan musim terakhir. Mereka juga mencapai semifinal Liga Champions pada 2017/2018.

Dia juga melihat rencananya untuk membangun stadion baru untuk klub, yang saat ini berbagi Stadio Olimpico dengan tetangganya Lazio, tapi frustrasi dengan masalah perencanaan.
(sha)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top