Mengenal Paulo Thiago Petarung UFC, Penjinak Bom, Penyelamat Sandera
Senin, 20 November 2023 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Kapten Wesley Santos yang menjabat saat itu menggambarkan dengan baik program elite ini: "Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, mereka memanggil polisi. Ketika polisi membutuhkan bantuan, mereka memanggil B.O.P.E.
"Thiago adalah petugas B.O.P.E sejati."
Baca Juga: Siapakah Kal Yafai, Mantan Juara Dunia yang Pensiun usai Kalah KO
Thiago menceritakan pengalamannya bersama tim: "Ketika saya pergi untuk melakukan operasi, saya tidak memikirkan apakah saya takut tidak bisa kembali ke rumah. Itu adalah sesuatu yang bahkan tidak terlintas dalam pikiran saya. Yang ada dalam pikiran saya adalah anggota lain dari batalion saya dan untuk menyelesaikan misi dengan cara apa pun.''
"Mengalami situasi yang penuh dengan bahaya, menurut saya mengeraskan jiwa seseorang.Ia mendapatkan lebih banyak ketenangan dalam situasi dimana orang normal akan kehilangan kendali. Saya rasa dengan cara ini, dinas militer saya sangat membantu MMA saya."
Pada tahun 2012, UFC merilis rekaman di balik layar saat Thiago bekerja setiap hari. Ia memimpin kelas untuk mengajar para perwira lainnya, mempraktikkan taktik rappel, dan menguji senapan otomatis dengan menembak target. Bersama promotor MMA terkemuka, Thiago bertarung sebanyak 13 kali, dengan catatan rekor 5-8 di UFC.
Pertarungan terakhirnya terjadi pada tahun 2014 dengan kekalahan melalui keputusan mutlak dari Sean Spencer.
"Thiago adalah petugas B.O.P.E sejati."
Baca Juga: Siapakah Kal Yafai, Mantan Juara Dunia yang Pensiun usai Kalah KO
Thiago menceritakan pengalamannya bersama tim: "Ketika saya pergi untuk melakukan operasi, saya tidak memikirkan apakah saya takut tidak bisa kembali ke rumah. Itu adalah sesuatu yang bahkan tidak terlintas dalam pikiran saya. Yang ada dalam pikiran saya adalah anggota lain dari batalion saya dan untuk menyelesaikan misi dengan cara apa pun.''
"Mengalami situasi yang penuh dengan bahaya, menurut saya mengeraskan jiwa seseorang.Ia mendapatkan lebih banyak ketenangan dalam situasi dimana orang normal akan kehilangan kendali. Saya rasa dengan cara ini, dinas militer saya sangat membantu MMA saya."
Pada tahun 2012, UFC merilis rekaman di balik layar saat Thiago bekerja setiap hari. Ia memimpin kelas untuk mengajar para perwira lainnya, mempraktikkan taktik rappel, dan menguji senapan otomatis dengan menembak target. Bersama promotor MMA terkemuka, Thiago bertarung sebanyak 13 kali, dengan catatan rekor 5-8 di UFC.
Pertarungan terakhirnya terjadi pada tahun 2014 dengan kekalahan melalui keputusan mutlak dari Sean Spencer.
(aww)
Lihat Juga :