Pengorbanan Besar Sanchez demi Inter Milan Berbuah Manis
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:25 WIB
loading...
Alexis Sanchez. Foto/Daily Mail
A
A
A
MILAN - Harapan Alexis Sanchez untuk bertahan lebih lama di Inter Milan terkabul. Bintang asal Cile tersebut menjadi milik I Nerazurri setelah dilepas Manchester United (MU) dengan status bebas transfer. Inter dan MU sepakat beberapa persyaratan sehingga kontrak dua tahun Sanchez di Old Trafford berakhir.
Meski belum ada pengumuman resmi, CEO Inter Giuseppe Marotta mengonfirmasi sang pemain akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Inter dan akan mendapatkan pemotongan gaji. “Dia belum resmi, tapi secara tidak resmi Sanchez adalah milik kami selama tiga musim. Kami sangat percaya kepadanya dan kami senang,”ungkap Marotta, dilansir Daily Mail.
Kepastian tersebut mengakhiri karier suram Sanchez bersama MU. Datang dengan langkah spektakuler pada Januari 2018 ketika The Red Devils mengalahkan rivalnya, Manchester City (Man City), untuk mengontraknya dari Arsenal dengan imbalan Henrikh Mkhitaryan senilai 35 juta poundsterling. (Baca: Pria Uighur Sebar Video Kehidupan di Kamp Tahanan China)
Sanchez diberi kontrak paling menguntungkan di Liga Primer senilai 560.000 poundsterling per pekan, termasuk gaji pokok 300.000 poundsterling dan hak citra 100.000 poundsterling. Pemain berusia 31 tahun itu juga mengantongi tambahan 1,1 juta poundsterling setiap tahun sebagai bagian dari biaya masuk dan 75.000 poundsterling jika diturunkan menjadi starter.
Total, Sanchez hanya mencetak lima gol dalam 45 pertandingan bersama MU sebelum bergabung dengan Inter dengan status pinjaman musim panas lalu. Di Inter, perjalanannya sebenarnya tak mulus. Dia sering naik turun meja perawatan. Tapi, kepercayaan Antonio Conte dan peluang bermain lebih besar membuat Sanchez rela meninggalkan gelimang finansial di Stadion Old Trafford.
Selain itu, Sanchez juga mengenal kultur dan sepak bola Italia. Seri A memang menjadi destinasi pertama dalam kariernya di Eropa. Dia pernah memperkuat Udinese periode 2008—2011. Pilihan menetap di Inter terbukti tepat lantaran Sanchez mulai menemukan permainan terbaik di bawah komando Conte.
Sepanjang musim ini, dia tampil 30 kali, mencetak empat gol dan sembilan assist. “Mempertimbangkan kondisi kami dalam usaha mendapatkannya, itu adalah transfer yang sangat bagus. Kami meluangkan waktu untuk mengembalikannya ke bentuk terbaik sehingga sudah sewajarnya kami sekarang dapat menuai hasilnya,” tandas Conte. (Baca juga: Di Ambang Resesi, Misbakhun Usul Listrik dan Cicilan Mobil Dibayar Negara)
Meski belum ada pengumuman resmi, CEO Inter Giuseppe Marotta mengonfirmasi sang pemain akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Inter dan akan mendapatkan pemotongan gaji. “Dia belum resmi, tapi secara tidak resmi Sanchez adalah milik kami selama tiga musim. Kami sangat percaya kepadanya dan kami senang,”ungkap Marotta, dilansir Daily Mail.
Kepastian tersebut mengakhiri karier suram Sanchez bersama MU. Datang dengan langkah spektakuler pada Januari 2018 ketika The Red Devils mengalahkan rivalnya, Manchester City (Man City), untuk mengontraknya dari Arsenal dengan imbalan Henrikh Mkhitaryan senilai 35 juta poundsterling. (Baca: Pria Uighur Sebar Video Kehidupan di Kamp Tahanan China)
Sanchez diberi kontrak paling menguntungkan di Liga Primer senilai 560.000 poundsterling per pekan, termasuk gaji pokok 300.000 poundsterling dan hak citra 100.000 poundsterling. Pemain berusia 31 tahun itu juga mengantongi tambahan 1,1 juta poundsterling setiap tahun sebagai bagian dari biaya masuk dan 75.000 poundsterling jika diturunkan menjadi starter.
Total, Sanchez hanya mencetak lima gol dalam 45 pertandingan bersama MU sebelum bergabung dengan Inter dengan status pinjaman musim panas lalu. Di Inter, perjalanannya sebenarnya tak mulus. Dia sering naik turun meja perawatan. Tapi, kepercayaan Antonio Conte dan peluang bermain lebih besar membuat Sanchez rela meninggalkan gelimang finansial di Stadion Old Trafford.
Selain itu, Sanchez juga mengenal kultur dan sepak bola Italia. Seri A memang menjadi destinasi pertama dalam kariernya di Eropa. Dia pernah memperkuat Udinese periode 2008—2011. Pilihan menetap di Inter terbukti tepat lantaran Sanchez mulai menemukan permainan terbaik di bawah komando Conte.
Sepanjang musim ini, dia tampil 30 kali, mencetak empat gol dan sembilan assist. “Mempertimbangkan kondisi kami dalam usaha mendapatkannya, itu adalah transfer yang sangat bagus. Kami meluangkan waktu untuk mengembalikannya ke bentuk terbaik sehingga sudah sewajarnya kami sekarang dapat menuai hasilnya,” tandas Conte. (Baca juga: Di Ambang Resesi, Misbakhun Usul Listrik dan Cicilan Mobil Dibayar Negara)
Lihat Juga :