Biarkan Timnas Fokus Berlatih

loading...
Biarkan Timnas Fokus Berlatih
Gelandang timnas Indonesia Evan Dimas berusaha melewati pemain Vanuatu saat laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, beberapa waktu lalu. Evan dkk akan mulai menjalani latihan, hari ini setelah sempat tertunda. Foto: dok/Koran SINDO
A+ A-
JAKARTA - Terlalu banyak simpang-siur kabar tentang persiapan timnas Indonesia, baik U-19 atau senior. Sudah banyak drama tentang bagaimana persoalan persiapan di luar dan internal timnas Indonesia, yang seharusnya tidak perlu diperpanjang.

Setelah reda kabar amuk Pelatih Timnas Sin Tae-yong, muncul lagi masalah kenapa pemusatan latihan timnas terlambat dari agenda awal. Dalam rencana awal, seharusnya latihan sudah digelar mulai 25 Juli dan berakhir pada 8 Agustus.

Setelahnya, timnas Indonesia U-19 diboyong ke Korea Selatan untuk menjalani pemusatan latihan lanjutan. Agenda itu sempat direvisi menjadi 1 Agustus. Tapi, rencana tersebut kembali mengalami penundaan. Masalah itu sempat memunculkan banyak pertanyaan tentang keseriusan PSSI dalam menggelar pemusatan latihan.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau yang biasa dipanggil Iwan Bule mencoba meredam dengan mengatakan bahwa pemusatan latihan diundur karena menunggu hasil tes swab. “Kami masih menunggu hasil tes swab yang dilakukan pada hari Kamis lalu. Hasil tes swab tidak bisa cepat karena total yang mengikuti banyak, hampir 100 orang (pemain dan ofisial)," kata Iwan Bule, dikutip situs resmi PSSI, Minggu (3/8/2020). (Baca: Timnas Indonesia Awali Pemusatan Pelatihan dengan Swab Test)

Setelah klarifikasi Iriawan muncul, ada lagi pernyataan yang memunculkan tanya dari Tae-yong. Kepada media Korea Selatan, Yonhap News, dia mengaku tidak tahu kenapa PSSI belum kunjung menggelar latihan. “Saya ingin memulai latihan secepatnya. Tapi, saya tidak tahu kapan itu akan terjadi. Tanyakan saja kepada PSSI. Saya ingin berlatih pada 1 Agustus, tapi itu ditunda karena menunggu hasil tes swab," kata Tae-yong, Senin (4/8/2020).



Pernyataan ini kemudian memunculkan kesan ada yang berbeda antara PSSI dan Tae-yong sebagai pelatih sehingga membuat Kemenpora ikut bicara. Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mencoba meredam spekulasi.

Kemungkinan, lanjut Gatot, PSSI sedang mencari waktu pas. Tentang ada kabar pemain yang reaktif, Gatot menilai PSSI memiliki tim dokter untuk mengendalikannya. "Mungkin sedang mencari timing yang pas,” kata Gatot. (Baca juga: Pria Uighur Sebar Video Kehidupan dalam Kamp Tahanan China)

Kemarin, PSSI akhirnya memberi kepastian. Besok, latihan perdana di lapangan akan dimulai. “Selanjutnya, kami siapkan timnas U-19 dan timnas senior melakukan training camp (TC) di Korea Selatan,” kata Iriawan.

Saat itu, dia didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, anggota Exco PSSI Endri Erawan, Haruna Soemitro, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, dan Kepala Dokter PSSI dan Timnas Syarif Alwi.

Iwan meminta para pemain timnas memberikan segalanya untuk kebanggaan dan kehormatan Garuda dan Merah Putih yang mereka pakai di jersey timnas. “Negara memberikan yang terbaik untuk para pemain timnas terpilih. Kami tempatkan pemain di hotel terbaik di Jakarta. Kami rekrut pelatih berlevel internasional yang membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman pada Piala Dunia 2018 lalu,” sebut Iriawan.



Pada perkembangan lain, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akan meninjau stadion untuk Piala Dunia U-20/2021 pada September mendatang. Risma mengatakan, Gelora Bung Tomo (GBT) memang harus banyak mengalami perbaikan untuk memenuhi standar FIFA. (Lihat videonya: Penutupan Gedung DPRD DKI Jakarta Diperpanjang)

Pemkot juga berencana menambah tiga lapangan latihan tambahan. Menurut dia, lapangan latihan tersebut tidak hanya dibangun untuk Piala Dunia U-20, tapi juga digunakan pelajar di Surabaya. “Fokus lain adalah persoalan polusi sampah dan akses jalan menuju GBT. Untuk stadion utama sudah 90% siap," ujar Risma, seusai bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, kemarin. (Maruf)
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top