alexa snippet

LeBron James, Raja di Dalam dan di Luar Lapangan

LeBron James, Raja di Dalam dan di Luar Lapangan
Pebasket NBA Cleveland Cavaliers, LeBron James. FOTO/Vanity Fair
A+ A-
PEBASKET LeBron James memiliki rencana panjang dan matang saat pertama kali memutuskan sebagai pebasket profesional. Langkah ini jadi momen yang krusial bagi karier James. Apa itu?

Setahun bergabung dengan klub basket NBA Cleveland Cavaliers, pebasket James tiba-tiba saja memutuskan untuk bertemu dengan seseorang yang tidak berhubungan dengan basket. Orang itu adalah Warren Buffet, pengusaha yang sempat jadi orang nomor satu terkaya di dunia pada era 2000-an.

Jude Wilson dari Wilson Group Financial kepada Entrepreneur.com mengisahkan waktu itu James benar-benar ngotot bertemu dengan Warren Buffet. Pengusaha Amerika kelahiran 30 Agustus 1930 itu awalnya terkejut. Dia tidak pernah menyangka ada atlet basket yang antusias bertemu dengannya. Permintaan itu akhirnya diterima. Keduanya bertemu di rumah pribadi Warren Buffet. "LeBron meminta banyak petunjuk waktu itu. Malahan setelah pertemuan itu, keduanya jadi sahabat baik," ucap Jude.

Dalam pertemuan itu James tentu tidak meminta petunjuk bagaimana caranya melakukan slam dunk atau menembak tiga angka. Dia sudah diberkahi kemampuan atlet yang sangat dominan untuk menaklukkan tantangan tersebut. Adapun yang dia butuhkan dari Warren Buffet adalah bagaimana menaklukkan dunia bisnis yang nantinya bisa menjaga kekuatan finansialnya.

"Yang saya dengar waktu itu Warren Buffet meminta dia melakukan tiga hal, berinvestasi setiap bulan, mencoba usaha di luar basket, dan yakin kalau saham adalah pasar yang harus dia coba tanpa keraguan," kata Jude Wilson.

Tidak diketahui apa yang diucapkan oleh James usai pertemuan tersebut. Melihat apa yang telah dicapai James saat ini, sepertinya pebasket kelahiran 30 Desember 1984 tersebut menaati betul petuah yang diberikan Warren Buffet.

Setelah pertemuan tersebut, James langsung mendirikan sebuah perusahaan bernama LRMR. Perusahaan tersebut tidak hanya mengurusi masalah kontrak dan branding yang didapat oleh James selama berkarier sebagai pebasket profesional. LRMR juga melakukan berbagai usaha investasi, pengembangan usaha, hingga aktif di pasar saham.

Persis dengan apa yang disarankan Warren Buffet. Sebagai pebasket dengan status rookie, langkah James tergolong unik. Tidak ada yang mengira jika pebasket yang juga pernah bergabung dengan Miami Heat tersebut sudah berpikir jauh untuk berbisnis. Apalagi saat itu pendapatan yang dibayar oleh Cleveland Cavaliers ke James saat berstatus rookie pada 2003 sudah tergolong besar. Untuk tiga tahun pertama di Cleveland Cavaliers, James mendapatkan gaji sebesar USD12 juta atau sekitar Rp96 miliar (kurs dolar saat 2003: Rp8.000).

Belum lagi uang dari Nike yang sudah buru-buru mengontrak James dengan nilai yang fantastis USD100 juta atau saat itu setara Rp800 miliar. Seharusnya dengan uang miliaran rupiah yang berdatangan saat itu bisa membuat James berpuas diri. "Selama gaji kita diberikan atau masih ditandatangani orang lain, jangan pernah jadikan uang itu sebagai pegangan. Bisa jadi mereka yang memberikan tanda tangan itu berhenti menggaji saya," ucap James kepada ESPN.

Saat ini kontrak yang diterima James membengkak hampir 80 kali lipat dari kontrak pertama yang dia peroleh. Dia menandatangani kontrak baru dengan Cleveland Cavaliers dengan nilai USD100 juta atau sekitar Rp1,33 triliun. Jadi, setiap tahunnya dia memperoleh gaji sekitar USD33 juta, setara Rp400 miliar. Angka ini membuat dia setara dengan dua pebasket legendaris lainnya yang pernah mendapatkan gaji setahun di angka USD30 juta, yakni Michael Jordan dan Kobe Bryant.

Tidak hanya kontrak yang membengkak, nilai endorsement James juga menggila. Dalam catatan Forbes, setiap tahun James mendapat kucuran USD55 juta, sekitar Rp731 miliar dari berbagai produk yang menggunakan wajahnya untuk berjualan.

LRMR tidak sembarangan menerima kontrak endorsement buat James. Merek-merek yang dipilih rata-rata adalah merek premium dan berpengaruh. Sebut saja KIA, Coca-Cola, Nike, Upper Deck, Samsung, Audemars Piguet, dan Dunkin Donut. Dengan pendapatan tersebut, James hanya kalah dari Cristiano Ronaldo sebagai atlet terkaya.

Memang James mengumpulkan kekayaan ini dalam waktu yang sangat panjang. Saat ini sudah 14 tahun dia berkarier sebagai pebasket dan pengusaha. Namun, dengan popularitas basket yang tidak terlalu mendunia layaknya sepak bola, apa yang dilakukan James merupakan sebuah prestasi yang mengesankan. "Dia telah menunjukkan bahwa kesabaran jadi hal yang penting dalam meniti karier dan bisnis," ujar Anthony M Montenegro, financial advisor dari Orange County.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top