Berhentikan Sarri, Ada Nuansa Romantisme Penunjukan Pirlo

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:35 WIB
loading...
Berhentikan Sarri, Ada...
Pelatih Juventus Andrea Pirlo. Foto/Juventus.com
A A A
TURIN - Diberhentikannya Maurizio Sarri , Sabtu (8/9/2020), meski sukses mempersembahkan scudetto kesembilan beruntun musim ini, merepresentasikan ketidakpuasan Juventus yang hanya garang di Seri A. Gelar liga yang telah menjadi rutinitas seolah hampir tidak berarti apa-apa bila gagal di Liga Champions.

Tapi, La Vecchia Signora justru melakukan perjudian berbau romantisme dengan menunjuk mantan bintangnya Andrea Pirlo sebagai pelatih anyar, beberapa jam setelah pencopotan Sarri. Juve tampaknya tidak mempertimbangkan alternatif apa pun yang mungkin tersedia. Sebut saja Mauricio Pochettino yang menganggur, begitu juga Massimiliano Allegri, mantan arsitek Juve periode 2014–2019.

Menjatuhkan pilihan kepada Pirlo sejujurnya memunculkan banyak pertanyaan. Dari sekian pertanyaan tersebut, salah satu jawabannya mungkin pada sisi romantisme tentang kisah heroik dari seorang Pep Guardiola di Barcelona atau Zinedine Zidane yang memberikan tiga gelar Liga Champions.

Masalahnya, Pirlo tidak memiliki pengalaman di dunia kepelatihan. Sejak mendaftar di kursus Lisensi Pro UEFA di Coverciano pada Agustus 2019, kariernya baru dimulai pada 30 Juli 2020, saat ditunjuk sebagai pelatih kepala klub Seri C Juventus U23, tim cadangan. Sembilan hari kemudian, Pirlo menandatangani kontrak dua tahun hingga Juni 2022 di tim utama. (Baca: Tersingkir dari Liga Champion, Ronaldo Minta Juventus Instrospeksi Diri)

“Keputusan didasarkan pada keyakinan bahwa Pirlo memiliki apa yang diperlukan untuk memimpin. Seorang ahli dengan dukungan skuad bertalenta untuk mengejar kesuksesan baru,” ungkap pernyataan resmi Juve dilansir football-italia.net.

Inilah kenapa jawaban dari keputusan direksi Juve menunjuk Pirlo hanya merujuk bahwa setiap klub menginginkan Guardiola mereka sendiri. Mereka menginginkan mantan pemain mereka sendiri, seseorang yang mendalami tradisi klub menangani tim utama. Persis yang dilakukan Barcelona saat mengangkat Guardiola pada 2008.

Guardiola mengambil alih klub dalam peran kepelatihan senior pertama dan memimpinnya ke level baru. Jika mau ditarik lebih jauh, ada juga Manchester United (MU) yang menunjuk Ole Gunnar Solskjaer, Chelsea saat memilih Frank Lampard, ataupun Zidane di Real Madrid.

Bedanya, keempat nama itu memiliki pengalaman. Guardiola ditunjuk setelah tahun luar biasa dengan menjuarai Tercera Divison B bersama Barcelona B (2007/08). Itu adalah pertaruhan, tapi berdasarkan bukti serius. Solskjaer diangkat setelah memenangkan gelar bersama Molde di Norwegia. (Baca: Bos Ganster Top Turki Mengaku Diminta Habisi Pendeta AS)

Lampard memiliki tingkat kesuksesan cukup baik pada musimnya menangani Derby County di kasta kedua Inggris (sebelum dia juga menggantikan Sarri). Sedangkan Zidane kenyang pengalaman menangani tim Castilla (2014–2016) dan asisten pelatih Real Madrid (2013) sebelum menjadi pelatih utama Los Blancos (2016).

Keraguan publik tentu menjadi tantangan besar bagi Pirlo . Berbekal karier fenomenalnya sebagai pemain juara, diharapkan bisa membawa Juve ke level tertinggi, terutama di Eropa. Sederet kesuksesannya saat membantu La Vecchia Signora menjuarai Seri A 2011–12, 2012–13, 2013–14, 2014–15, Coppa Italia 2014–15, dan Supercoppa Italiana 2012, 2013, semoga bisa memacunya mengembalikan peruntungan tim terutama di Eropa.

Tersingkirnya Juve di babak 16 besar Liga Champions seusai kalah agregat 2-2 dari Olympique Lyon, Sabtu (9/8), yang menjadi akhir perjalanan Sarri, tentu harus dijadikan pelajaran Pirlo untuk tidak melakukan kesalahan serupa. Di babak perempat final, Lyon yang ditukangi Rudi Garcia itu akan bersua Manchester City (Man City), Sabtu (16/8). The Citizens menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 4-1. Di leg kedua, Sabtu (8/9), Man City menang 2-1.

Sementara itu, Pelatih Barcelona Queque Setien bisa sedikit bernapas lega. Dia sukses membawa Barca lolos ke perempat final Liga Champions seusai mengandaskan SSC Napoli 3-1 di leg kedua 16 besar, Minggu (9/8). Tiga gol Barca disumbangkan Clement Lenglet (10), Lionel Messi (23), dan Luis Suarez (45+1 pen). Sedangkan gol Napoli dicetak Lorenzo Insigne (45+5 pen). (Lihat videonya: Gunung Sinabung Erupsi, Empat Kecamatan Tertutup Abu Vulkanik)

Setien menilai, Barca bermain sangat efektif dan mampu meredam Napoli yang lebih unggul penguasaan bola serta kerap memberikan ancaman terhadap lini pertahanan timnya. Dia berharap Blaugrana menunjukkan semangat serupa saat bersua Bayern Muenchen di perempat final, Jumat (15/8).

Die Roten begitu menakutkan lantaran menggasak Chelsea dengan agregat 7-1. Bayern menang 3-0 di leg pertama pada Februari lalu dan menang 4-1 di leg kedua, Minggu (9/8). Tersisihnya Juve dan Napoli membuat asa Italia digantungkan pada Atalanta. Tim berjuluk La Dea tersebut bertemu raksasa Ligue 1, Paris Saint Germain (PSG) di perempat final, Rabu (13/8). Sementara satu partai perempat final lainnya menggelar duel RB Leipzig versus Atletico Madrid, Kamis (14/8). (Alimansyah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Liga Champions:...
Hasil Liga Champions: Kejutan, Juventus Dibantai Galatasaray 2-5
Jay Idzes Kenang Momen...
Jay Idzes Kenang Momen Jebol Gawang Juventus, Bukti Pemain Indonesia Punya Kualitas
Hasil Liga Champions:...
Hasil Liga Champions: Barcelona Digebuk PSG, Man City dan Juventus Ditahan Imbang
Bursa Transfer Pemain...
Bursa Transfer Pemain Abroad Timnas Indonesia: Emil Audero Diincar Juventus
Hasil Liga Italia: Juventus...
Hasil Liga Italia: Juventus Kantongi Tiket Liga Champions, Venezia Terdegradasi
Mees Hilgers Terdampak...
Mees Hilgers Terdampak Kebijakan Transfer Juventus, Bakal Gabung Valencia?
Jejak Pendidikan Giorgio...
Jejak Pendidikan Giorgio Chiellini, Legenda Juventus yang Punya Gelar S2 dari Universitas Turin
Duel Bologna Vs Juventus...
Duel Bologna Vs Juventus Tuntas 3-3
Hasil Final Coppa Italia:...
Hasil Final Coppa Italia: Menang 1-0, Juventus Juara!
Special Bola
Jeda Minum di Piala...
Bola Dunia
Jeda Minum di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, Jurgen Klopp Justru Punya Sudut Pandang Unik
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Menang Lagi?
Cari Tantangan Baru,...
Liga Indonesia
Cari Tantangan Baru, Robi Darwis Resmi Tinggalkan Persib Bandung
Rekomendasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Berita Terkini
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Kontroversi Jeda Hidrasi...
Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Daftar 10 Tim Lolos...
Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved