Deontay Wilder: Parker Lari dari Saya, Aku akan Menghukumnya
Kamis, 21 Desember 2023 - 10:15 WIB
loading...
Deontay Wilder: Parker Lari dari Saya, Aku akan Menghukumnya/The Sun
A
A
A
Deontay Wilder menyebut Joseph Parker lari darinya dan bersumpah akan menghukumnya akhir pekan ini. Deontay Wilder mengungkapkan ingin bertarung melawan Joseph Parker pada tahun 2017.
Deontay Wilder memegang gelar juara dunia kelas berat WBC selama dua tahun pada saat itu. Joseph Parker, yang mengalahkan Andy Ruiz Jr. dengan keputusan mayoritas untuk memenangkan sabuk WBO yang saat itu tidak diklaim pada Desember 2016, melakukan perjalanan ke Birmingham, Alabama dua bulan kemudian.
Baca Juga: Dmitry Bivol Juara Tak Terbantahkan: Aku Mau Gelar Lainnya
Dia menyaksikan Wilder menghentikan Gerald Washington pada ronde kelima di Legacy Arena. Saat itulah Wilder yakin Parker berubah pikiran untuk menghadapi petinju asal Tuscaloosa, Amerika Serikat, itu dalam sebuah laga penyatuan gelar antara pemegang sabuk juara yang tak terkalahkan.
Mereka akhirnya akan bertarung pada Sabtu malam lusa, hampir enam tahun lebih lambat dari yang diharapkan Wilder, dalam pertandingan tambahan di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi. Wilder (43-2-1, 42 KO) berjanji dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan sekelompok kecil wartawan bahwa ia akan membuat Parker membayar karena telah membuatnya menunggu begitu lama untuk naik ring bersamanya.
"Saya sangat mengingatnya," kata Wilder. "Dan Joseph Parker lari dari saya karena dia melihat apa yang saya lakukan terhadap Gerald Washington. Dan, Anda tahu, dia datang untuk membicarakan pertandingan yang bagus dan berbicara tentang, Anda tahu, melawan saya atau apa pun, seperti yang lainnya. Dan dia melihat, Anda tahu, penampilan saya dengan memukul KO Gerald Washington, dan dia [melarikan diri], dia berlari, sama seperti yang lainnya. Saya selalu mengatakan berkali-kali bahwa saya seharusnya menyatukan divisi ini bertahun-tahun yang lalu, jika saya memiliki kesempatan,"paparnya.
"Sayangnya, tidak ada yang pernah memberi saya kesempatan seperti saya memberi kesempatan bertanding pada petarung lainnya. Anda tahu, dan itu menyedihkan karena saya memiliki berkat dan kutukan. Namun Tuhan itu baik. Di sinilah kita lagi. Anda tahu, banyak hal besar yang terjadi, banyak pintu yang terbuka dan banyak kesempatan yang ada di depan mata. Dan saya merasa terhormat bisa tampil di Arab Saudi, dan memulai serta mengawali semuanya. Dan saya menantikan 'Hari Perhitungan'. "
Deontay Wilder memegang gelar juara dunia kelas berat WBC selama dua tahun pada saat itu. Joseph Parker, yang mengalahkan Andy Ruiz Jr. dengan keputusan mayoritas untuk memenangkan sabuk WBO yang saat itu tidak diklaim pada Desember 2016, melakukan perjalanan ke Birmingham, Alabama dua bulan kemudian.
Baca Juga: Dmitry Bivol Juara Tak Terbantahkan: Aku Mau Gelar Lainnya
Dia menyaksikan Wilder menghentikan Gerald Washington pada ronde kelima di Legacy Arena. Saat itulah Wilder yakin Parker berubah pikiran untuk menghadapi petinju asal Tuscaloosa, Amerika Serikat, itu dalam sebuah laga penyatuan gelar antara pemegang sabuk juara yang tak terkalahkan.
Mereka akhirnya akan bertarung pada Sabtu malam lusa, hampir enam tahun lebih lambat dari yang diharapkan Wilder, dalam pertandingan tambahan di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi. Wilder (43-2-1, 42 KO) berjanji dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan sekelompok kecil wartawan bahwa ia akan membuat Parker membayar karena telah membuatnya menunggu begitu lama untuk naik ring bersamanya.
"Saya sangat mengingatnya," kata Wilder. "Dan Joseph Parker lari dari saya karena dia melihat apa yang saya lakukan terhadap Gerald Washington. Dan, Anda tahu, dia datang untuk membicarakan pertandingan yang bagus dan berbicara tentang, Anda tahu, melawan saya atau apa pun, seperti yang lainnya. Dan dia melihat, Anda tahu, penampilan saya dengan memukul KO Gerald Washington, dan dia [melarikan diri], dia berlari, sama seperti yang lainnya. Saya selalu mengatakan berkali-kali bahwa saya seharusnya menyatukan divisi ini bertahun-tahun yang lalu, jika saya memiliki kesempatan,"paparnya.
"Sayangnya, tidak ada yang pernah memberi saya kesempatan seperti saya memberi kesempatan bertanding pada petarung lainnya. Anda tahu, dan itu menyedihkan karena saya memiliki berkat dan kutukan. Namun Tuhan itu baik. Di sinilah kita lagi. Anda tahu, banyak hal besar yang terjadi, banyak pintu yang terbuka dan banyak kesempatan yang ada di depan mata. Dan saya merasa terhormat bisa tampil di Arab Saudi, dan memulai serta mengawali semuanya. Dan saya menantikan 'Hari Perhitungan'. "
Lihat Juga :