alexametrics

Toto Wolff Jenderal Besar di Formula 1

loading...
Toto Wolff Jenderal Besar di Formula 1. (Istimewa).
A+ A-
KEKURANGAN bukan jadi satu halangan untuk mencapai kesuksesan besar. Tim principal tim balap Formula 1 Mercedes-Petronas, Toto Wolff, berhasil mengubah kekurangan menjadi kesuksesan yang sulit dilupakan orang. Seperti apa ceritanya?

Toto Wolff, tim balap Formula 1 Mercedes-Petronas, tidak akan pernah lupa dengan lomba balap mobil yang dia ikuti pada 1994 silam di Osterreichrin (sekarang Red Bull Ring), Austria.

Berbekal pengalaman balap yang lengkap dan titel juara Austrian Formula Ford Championship dan German Formula Ford pada 1992-1994, Toto Wolff terlihat begitu yakin menjadi pemenang di lomba balap mobil tersebut. Saat perlombaan berlangsung, Toto Wolff memang mampu merangsek ke depan. Dia bahkan sudah sempat memimpin beberapa lap di sirkuit tersebut. Namun, kenyataan pahit terjadi saat pembalap Austria lainnya, Ale xander Wurz, begitu mudah menyalip mobil balap yang dia kendarai.

“Saya sudah dalam posisi terbaik namun kemampuan dia lebih baik. Dia bahkan memperlihatkan apa yang mem be - dakan saya dengan dia,” kenang Toto Wolff. Selama berada di belakang Alexander Wurz, pria kelahiran 12 Januari 1972 tersebut benar-benar harus menerima kenyataan pahit karena kalah balapan. Begitu balapan selesai, dia langsung menyadari segala kekurangannya. “Saya tidak akan pernah bisa menjadi pembalap besar. Peristiwa Alexander Wurz merupakan satu dari beberapa peristiwa yang membuktikan keinginan saya menembus Formula 1 memang bukan jalan yang tepat. Balapan sepertinya bukan bakat saya,” kata Toto Wolff.

Sudah jatuh tertimpa tangga, sponsor yang mendukung Toto Wolff balapan mobil tiba-tiba mundur. Entah karena melihat Toto Wolff tidak memiliki potensi atau enggan mengucurkan dana yang terus membengkak. Peristiwa tersebut sampai membuat Toto Wolff putus asa. Dia sempat ingin mengucapkan selamat tinggal dengan balapan mobil.

Namun, kecintaan Toto Wolff pada dunia balap tidak serta-merta membuatnya melepaskan balapan mobil. Berkaca pada strategi perang Sun Tzu, “mengenali diri sendiri adalah jalan memenangi semua pertempuran”. Setelah itu, Toto Wolff langsung memasukkan gigi mundur dari balapan mobil.

Berkaca dari filosofi perang Sun Tzu, Toto Wolff mulai menganalisis apa kelebihan yang dia miliki. Dia sadar kemampuan mengemudikan mobil balap bukan kemampuan terbaiknya. Dia mulai mengetahui berada di belakang kemudi mobil balap memang bukan untuknya.
halaman ke-1 dari 4
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top