alexametrics

Raksasa Kurcaci dari Thailand Bakal Samai Mayweather Jr

loading...
Raksasa Kurcaci dari Thailand Bakal Samai Mayweather Jr
Chayapon Moonsri alias Wanheng Menayothin berpeluang untuk samai rekor kemenangan Floyd Mayweather Jr. / Foto/The Ring
A+ A-
BANGKOK - Tidak segemerlap bintang tinju dunia, Floyd Mayweather Jr, namun diam-diam seorang petinju Thailand, Wanheng Menayothin bakal mensejajarkan namanya dengan mantan juara dunia lima divisi tersebut.

Dengan catatan tanding 49-0 (17KO), Wanheng hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor yang dibukukan Mayweather Jr (50-0, 27KO). Dan kemungkinan besar rekor Mayweather Jr bisa disamai Wanheng pada April atau Mei mendatang.

Pada saat itu, Wanheng akan bertarung mempertahankan mahkota juara kelas minimum versi WBC melawan penantang dari Panama, Leroy Estrada di Thailand. Pertempuran ini tentu berbanding jauh dengan laga Mayweather Jr vs Conor McGregor, yang menghasilkan pemasukan sekitar USD100 juta buat The Money.

Tak jarang Wanheng disebut sebagai "raksasa kurcaci", karena dia hanya memiliki tinggi 158cm dan berat sekitar 47,6kg. Secara angka, Wanheng lebih pendek, lebih ramping dan sangat kurang kaya dibanding Mayweather Jr.



"Apakah saya bangga? Ya tentu saja, karena setara dengan superstar," ucap Wanheng dengan nada yang lembut sembari duduk di ban dan membungkus tangannya dengan wraphand jelang sesi latihan di gym di Bangkok, sebagaimana dilaporkan Boxing Scene.

Memiliki rekor 49-0, Wanheng, yang memiliki nama asli Chayaphon Moonsri, menyamai rekor legenda tinju Rocky Marciano. Kendati demikian, petinju 32 tahun itu tidak terlalu memikirkan statistik.

"Saya tidak pernah berpikir untuk memecahkan rekor, saya hanya ingin memenangkan setiap pertarungan seperti semua atlet yang tidak ingin kalah. Teruslah menang sampai saya berhenti," tegasnya.

Petinju kelahiran 27 Oktober 1985 ini berasal dari wilayah pedesaan yang miskin di Thailand. Saat tumbuh dewasa, dia melihat pertarungan merupakan jalan keluarnya dari kemiskinan. Sehingga, dia memutuskan hijrah ke Ibu Kota Bangkok pada usia 12 tahun untuk berlatih.

Kali pertama datang di gym, Wanheng sama sekali tidak mempunyai kemampuan terbaik. "Ketika dia tiba, dia tidak memiliki keterampilan terbaik, tapi dia menuju pada titik itu dengan tekad," komentar pemilik gym Chaiyasit Menayothin.

Menurutnya, Wanheng mengawali kariernya di Muay Thai. Akan tetapi, dia banting setir menjadi petinju ketika sudah kehabisan lawan. Pindah ke tinju juga bisa mendapatkan uang yang lebih besar dan lebih banyak hadiah.

Sementara itu, menyambut pertarungan ke-50 yang bersejarah, pelatih Wanheng, Supap Boonrawd menggembleng petinju dengan keras melalui sesi sparing dan sesi latihan harian yang intensif, serta memukul samsak di dalam gym yang lembab.

"Ini akan menjadi momen kebanggaan baginya dan seluruh negeri juga," terang Supap tentang kemungkinan kemenangan ke-50.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak