alexametrics

Edmund Akhiri 12 Tahun Kekuasaan Andy Murray

loading...
Edmund Akhiri 12 Tahun Kekuasaan Andy Murray
Andy Murray (kiri) bersama Kyle Edmund dalam sebuah kesempatan. / Foto/Eurosport
A+ A-
LONDON - Sekitar 12 tahun lamanya Andy Murray berkibar sebagai raja tenis di Inggris Raya. Namun, untuk kali pertama, petenis 30 tahun itu turun tahta, dan posisinya direbut oleh petenis yang tujuh tahun lebih muda, Kyle Edmund.

Dalam daftar peringkat petenis dunia yang dirilis ATP, Edmund menempati posisi tertinggi dalam kariernya yakni nomor 24 dunia. Dia unggul lima posisi dari Murray.

Murray kali pertama menjadi raja tenis Inggris Raya pada Juli 2006. Saat itu, Murray, yang masih berusia 19 tahun menyalip Greg Rusedski, setelah menembus babak keempat Wimbledon.

Petenis asal Skotlandia itu melorot dari posisi atas peringkat pemain ATP akibat dari cedera pinggul yang menderanya. Masalah tersebut membuatnya menepi dari lapangan tenis sejak Wimbledon musim lalu. Belum lama ini, petenis kelahiran 15 Mei 1987 itu melakukan operasi.



"Merendahkan diri untuk menjadi petenis nomor satu Inggris dan, mungkin tanpa disadari, karena Andy turun dalam peringkat karena cedera," ucap Kyle Edmund seperti dikutip The Guardian.

"Sebangganya saya, saya akan jauh lebih bahagia jika Andy tetap sehat dan menghuni tempatnya di posisi paling tinggi di mana dia berada," tambah semifinalis Australia Terbuka 2018 itu.

"Semoga Andy cepat sembuh dan saya berharap bisa melawannya dengan cara yang lebih elegan di tahun-tahun mendatang. Saya akan terus bekerja keras dan mewakili Inggris sebaik mungkin."

Baru-baru ini Edmund juga menderita masalah pinggul, ketika Inggris menderita kekalahan dari Spanyol di ajang Piala Davis. Kemudian, dia juga terpaksa ke luar dari lapangan tanah liat di Buenos Aires karena sakit.

Namun, Edmund saat ini berada dalam kondisi fit, dan siap menyambut Indian Wells Master 2018 di Indian Wells, Amerika Serikat.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak