Ternyata Penyebab Kecelakaan di MotoGP 2023 Meningkat Gara-gara Ini
Sabtu, 30 Desember 2023 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Pada MotoGP 2024 nanti dipastikan ada dua seri tambahan lagi menjadi 22, sehingga para pembalap bakal menjalani 44 balapan di sepanjang musim. Dall’Igna pun memberikan komentarnya mengenai hal tersebut.
Dall’Igna menilai adanya sprint memang apik untuk menambah hiburan bagi para penonton di setiap akhir pekan balapan MotoGP. Namun dia menilai, meningkatnya jumlah balapan di musim depan membuat jumlah balapan terlalu banyak karena pada musim debutnya saja, sprint sudah menelan banyak korban dan meningkatkan jumlah kecelakaan.
Baca Juga: Marc Marquez Belum Berniat Samakan Rekor Gelar MotoGP Milik Valentino Rossi
"Sebagai tontonan (sprint) memang bagus, tapi jumlah kecelakaan meningkat terlalu banyak. Kami memiliki terlalu banyak pembalap yang terluka," kata Dall’Igna dilansir dari Motosan, Jumat (29/12/2023).
"Dengan adanya 22 seri musim depan, rasanya tidak masuk akal bagi saya. Kalau kita hanya punya 18 atau 20 seri kenapa tidak, tapi menurut saya terlalu banyak," pungkasnya.
Dall’Igna menilai adanya sprint memang apik untuk menambah hiburan bagi para penonton di setiap akhir pekan balapan MotoGP. Namun dia menilai, meningkatnya jumlah balapan di musim depan membuat jumlah balapan terlalu banyak karena pada musim debutnya saja, sprint sudah menelan banyak korban dan meningkatkan jumlah kecelakaan.
Baca Juga: Marc Marquez Belum Berniat Samakan Rekor Gelar MotoGP Milik Valentino Rossi
"Sebagai tontonan (sprint) memang bagus, tapi jumlah kecelakaan meningkat terlalu banyak. Kami memiliki terlalu banyak pembalap yang terluka," kata Dall’Igna dilansir dari Motosan, Jumat (29/12/2023).
"Dengan adanya 22 seri musim depan, rasanya tidak masuk akal bagi saya. Kalau kita hanya punya 18 atau 20 seri kenapa tidak, tapi menurut saya terlalu banyak," pungkasnya.
(yov)
Lihat Juga :