alexametrics

Asian Games 2018

AWF Setuju Kelas 62 Kg Dipertandingkan, INASGOC Serahkan ke Pemerintah

loading...
AWF Setuju Kelas 62 Kg Dipertandingkan, INASGOC Serahkan ke Pemerintah
Peluang Eko Yuli Irawan tampil di kelas 62 kg putra, terbuka setelah Federasi Angkat Besi Asia (AWF) sepakat agar dipertandingkan di Asian Games 2018/Foto/istimewa
A+ A-
JAKARTA - Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) mendukung kelas 62 kg putra cabang angkat besas dipertandingkan. Namun, INASGOC tidak bisa memutuskan dan harus melaporkan ke Wakil Presiden RI Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pengarah Panitia Pelaksana Asian Games 2018.

Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus-2 September, tidak mempertandingkan kelas 62 kg putra. Dasar pencoretan kelas tersebut mengacu pada kelas yang dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020.

Kelas tersebut merupakan spesialisasi lifter Indonesia Eko Yuli Irawan. Dengan tidak dipertandingkannya nomor tersebut, maka potensi Indonesia meraih medali emas di angkat besi akan berkurang.

"INASGOC mendukung kelas 62 kg putra dipertandingkan, karena ini nomor yang menguntungkan Indonesia. Tapi, INASGOC tidak bisa mengambil keputusan mengingat Presiden OCA dan Pemerintah Indonesia telah memutuskan sejak 2017 bahwa di Asian Games 2018 akan dipertandingkan maksimal 462 nomor," kata Deputi 1 INASGOC, Harry Warganegara di Jakarta. "Makanya, INASGOC akan melaporkan permasalahan kelas 62 kg putra kepada Pak Jusuf Kalla dan OCA."



Federasi Angkat Besi Asia (AWF) juga setuju kelas 62 kg tetap dipertahankan, dengan catatan tidak ada pengurangan kelas di kelompok putra yang dipertandingkan pada Asian Games 2018.  Dengan adanya dukungan dari AWF, maka nomor yang akan dipertandingkan berpeluang akan ada tambahan satu nomor pada Asian Games 2018. Itu akan mengacu pada Olimpiade Rio 2016 yang mempertandingkan delapan nomor putra. 

"Nomor 62 kg putra bisa saja dipertandingkan. Semua tergantung pemerintah dan keputusan OCA tentang adanya penambahan nomor yang dipertandingkan di Asian Games 2018,”  imbuh Harry.

"Memang ada keputusan OCA bahwa nomor yang dipertandingkan di Asian Games 2018 harus mengacu pada Olimpiade 2020 dan ini diputuskan sejak pertengahan 2017. Tetapi, AWF tidak bisa menjadikan sebagai alasan dengan mencoret kelas 62 kg putra apalagi IWF belum memutuskan," Harry menjelaskan.

Secara terpisah, Ketua Harian PB PABBSI, Joko Pramono menyambut baik AWF yang menyetujui kelas 62 kg putra dipertandingkan di Asian Games 2018. Joko mengatakan sudah melaporkan surat pemberitahuan tersebut kepada Sesmenpora Gatot S Dewa Broto. "Pak Gatot menyambut baik surat dari AWF itu. Dan, beliau juga mendukung agar Eko Yuli Irawan bisa tampil di Asian Games 2018 nanti," katanya.

Soal informasi yang menyebut pengurangan nomor di angkat besi atas permintaan INASGOC, Joko menegaskan, "Sudah lah PB PABBSI tidak mau memperpanjang polemik. Yang pasti, AWF kan sudah menjawab surat permintaan agar kelas 62 kg putra tetap dipertandingkan. Jadi, semua keputusan ada pada pemerintah untuk memperjuangkan ke OCA," ujarnya.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak