Meski Punya Banyak Masalah Fisik, Marc Marquez Selalu Membuat Perbedaan
Senin, 08 Januari 2024 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
“Kami melihatnya tahun lalu di Honda, pembalap (Honda) lainnya berjuang di posisi terakhir, sementara dia selalu membuat perbedaan,” tambahnya.
Faktanya, Marquez memang sangat ngotot dan memaksakan diri untuk bisa bersaing di papan atas pada MotoGP 2023 lalu meski motor Honda RC213V-nya tak punya kemampuan untuk itu. Alhasil, sebagai risikonya, dia sering kali terjatuh dan bahkan gagal finis dalam sembilan balapan utama pertama di musim lalu.
Kendati demikian, rider berusia 30 tahun tersebut tetap menjadi pembalap Honda yang finis paling tinggi di MotoGP 2023 yakni di peringkat 14 dengan 96 poin. Dia meraih podium dalam balapan utama di Jepang dan menutup 11 tahun perjalanannya dengan Repsol Honda dengan podium ketiga dalam sprint di Valencia.
Sementara rekan-rekan Honda-nya, Takaaki Nakagami, Alex Rins dan Joan Mir masing-masing hanya finis di urutan 18, 19 dan 22. Jadi, apa yang dikatakan Agostini soal Marquez memang sesuai dengan apa yang terjadi di trek, juara dunia delapan kali itu selalu memberikan kemampuan terbaiknya dan mengambil risiko untuk mendapatkan hasil meski banyak masalah fisik yang menggangunya.
Faktanya, Marquez memang sangat ngotot dan memaksakan diri untuk bisa bersaing di papan atas pada MotoGP 2023 lalu meski motor Honda RC213V-nya tak punya kemampuan untuk itu. Alhasil, sebagai risikonya, dia sering kali terjatuh dan bahkan gagal finis dalam sembilan balapan utama pertama di musim lalu.
Kendati demikian, rider berusia 30 tahun tersebut tetap menjadi pembalap Honda yang finis paling tinggi di MotoGP 2023 yakni di peringkat 14 dengan 96 poin. Dia meraih podium dalam balapan utama di Jepang dan menutup 11 tahun perjalanannya dengan Repsol Honda dengan podium ketiga dalam sprint di Valencia.
Sementara rekan-rekan Honda-nya, Takaaki Nakagami, Alex Rins dan Joan Mir masing-masing hanya finis di urutan 18, 19 dan 22. Jadi, apa yang dikatakan Agostini soal Marquez memang sesuai dengan apa yang terjadi di trek, juara dunia delapan kali itu selalu memberikan kemampuan terbaiknya dan mengambil risiko untuk mendapatkan hasil meski banyak masalah fisik yang menggangunya.
(sto)
Lihat Juga :