alexametrics

Anggap Biasa Kekalahan KO, Price Maju Terus Pantang Mundur

loading...
Anggap Biasa Kekalahan KO, Price Maju Terus Pantang Mundur
David Price dirobohkan Alexander Povetkin di ronde kelima dalam pertempuran di Cardiff, Wales, Minggu (1/4/2018) WIB. / Foto: Reuters
A+ A-
LIVERPOOL - Menderita tiga kekalahan dalam enam penampilan terakhirnya tidak membuat petinju kelas berat Inggris, David Price untuk berpikir mengakhiri kariernya di atas ring. Sebaliknya, petarung kelahiran Liverpool itu ingin terus melanjutkan kiprahnya.

Price menelan kekalahan kelima dalam kariernya ketika menjalani pertempuran melawan mantan juara WBA, Alexander Povetkin di Cardiff, Wales pada 1 April lalu. Sempat membuat Povetkin goyah, Price akhirnya harus menerima kekalahan KO kelimanya di ronde kelima. Akibat dari jotosan mematikan Povetkin itu, Price harus menerima 40 jahitan di hidung dan mulutnya.

Kalah telak bukan berarti menyerah, petinju berusia 34 tahun itu malah berencana membidik gelar Eropa (EBU). Dia merasa sudah cukup untuk menguji dan membuktikan kemampuan dengan melawan mantan juara dunia Povetkin.

"Saya bersemangat untuk kembali ke sana. Saya tidak sabar. Biasanya saya punya waktu jauh dari tinju setelah bertarung, tetapi saya ingin kembali ke pertandingan kali ini. Saya telah jatuh cinta pada olahraga ini," ucap Price kepada Sky Sports.

"Saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dukungan yang saya terima sebelumnya, selama dan setelah pertarungan. Ini benar-benar telah memperbarui kepercayaan saya dalam tinju sebagai olahraga," tambah pemilik rekor tarung 22-5, 18KO.

Apabila seorang petinju berhenti hanya karena menderita kekalahan KO/TKO, Price mempertanyakan apakah mereka benar-benar seorang petarung?

"Mengalami kekalahan KO/TKO merupakan bagian dari tinju dan kamu harus menerimanya," pungkas Price.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak