alexametrics

Sulaiman Sambut Positif Keputusan Thurman Lowongkan Gelar

loading...
Sulaiman Sambut Positif Keputusan Thurman Lowongkan Gelar
Mauricio Sulaiman akan menempatkan Keith Thurman sebagai lawan wajib untuk juara kelas welter WBC ketika kembali pulih. / Foto: ZimbioZimbio
A+ A-
MEXICO CITY - Keputusan Keith Thurman untuk melowongkan sabuk juara tinju dunia kelas welter WBC (Dewan Tinju Dunia) mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari Presiden WBC, Mauricio Sulaiman.

Bukan hanya menerima keputusan Thurman, WBC juga akan menempatkan petinju yang juga juara WBA Super itu sebagai lawan wajib kepada juara WBC yang baru nanti begitu dia sudah pulih dari cedera.



(Baca juga: Jalani Rehabilitasi, Thurman Sepakat Lucuti Sabuk Juara WBC)

"Keith Thurman sayangnya telah mengalami dua cedera berturut-turut yang membuatnya absen dari ring setelah kemenangan sensasionalnya atas Danny Garcia dan dia dengan penuh keramahan melepaskan gelarnya," ungkap Sulaiman seperti dikutip ESPN.

Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, WBC pun memberikan perintah kepada dua mantan juara dunia, yakni Danny Garcia dan Shawn Porter untuk bertarung memperebutkannya.

"Keith akan memiliki jalur langsung untuk memperebutkan gelar setelah dia sembuh seperti (mantan juara kelas berat) Vitali Klitschko dan juara WBC lainnya yang telah melakukannya di waktu lalu," terang Sulaiman.

"Keith adalah atlet, juara, dan teladan luar biasa. WBC akan mendukungnya sepenuhnya selama masa sulit ini," tambahnya.

Selama dua tahun terakhir, Thurman didera cedera. Lehernya pernah terluka saat mengalami kecelakaan mobil pada Februari 2016 atau empat bulan sebelum mengalahkan Porter. Kemudian, dia menjalani operasi besar di siku kanannya pasca kemenangan atas Garcia dalam duel penyatuan gelar pada Maret 2017.

Bulan lalu, petinju kelahiran 23 November 1988 itu mengalami cedera tangan dalam pelatihan.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak