Aspirasi Atlet Difabel Bekasi Diserap Komunitas Peluru Tak Terkendali

Minggu, 28 Januari 2024 - 08:33 WIB
loading...
Aspirasi Atlet Difabel...
Aspirasi Atlet Difabel Bekasi Diserap Komunitas Peluru Tak Terkendali
A A A
BEKASI - Komunitas Peluru Tak Terkendali blusukan ke Kampung Pulo, Desa Sukaraya, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jumat (26/1/2024). Mereka menyambangi GOR Bulu Tangkis Smesh yang mengasuh atlet kelompok difabel.

Peluru Tak Terkendali yang dikomandani Samuel Alexander Young Lex , bercakap-cakap dengan Ketua Pengurus GOR Bulu Tangkis Smesh, Sugeng. Komika Fico Fachriza juga turut bergabung dalam pertemuan itu.

Dalam percakapan yang diadakan di sela-sela latihan bulu tangkis, Young Lex menyampaikan rasa takjubnya terhadap peran Sugeng dalam mengubah hidup dan memberikan kesempatan bagi anak-anak muda difabel.

"Bersyukur ya bulu tangkis mampu mengubah hidup dan memberikan kesempatan yang istimewa," ujar Young Lex.

Mengasuh anak-anak muda disabilitas bukanlah hal mudah. Sugeng menyoroti tantangan yang dihadapi para atlet dengan disabilitas. Menurut dia, mereka membutuhkan waktu prastasi yang lebih panjang, berbeda dengan yang dihadapi oleh individu tanpa disabilitas.

"Disabilitas membutuhkan waktu prastasi yang tinggi, beda sama orang yang normal," kata Sugeng.

Young Lex menggali lebih dalam mengenai komposisi atlet difabel GOR Smesh. Sugeng mengungkapkan saat ini atlet binaannya ada 12 anggota. Atlet termuda adalah Fajar yang kini masih duduk di bangku kelas 2 SMA.

“Sekarang berapa anggotanya?" tanya Young Lex.

"Anggota tim disabilitas saat ini ada 12 orang. Yang paling muda itu Fajar, yang fisiknya itu seperti manusia mini. Dia masih kelas 2 SMA," jawab Sugeng.

Diskusi berlanjut ke tahap teknis yang diperlukan untuk pengembangan atlet difabel lebih lanjut. Menurut Sugeng, langkah utama yang perlu diambil adalah memastikan tersedianya fasilitas yang memadai.

"Langkah pertama yang perlu diambil adalah memastikan tersedianya fasilitas yang memadai," ujarnya.

Sementara itu, Komika Fico Fachriza menggali lebih dalam mengenai rencana tim atlet ke depan, apakah akan berfokus menjadi komunitas olahraga yang mandiri. Sugeng menyatakan GOR Smesh Sukaraya akan selalu mengembangkan kompetensi para atletnya.

Meski demikian, pihaknya terbuka untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah selama itu bermanfaat untuk perkembangan atlet difabel.

"Kita sih terbuka, jika pengen dibantu pemerintah, kita sangat sangat mau, yang penting bermanfaat," kata Sugeng.

Urgensi bantuan dari pemerintah tentu beralasan. Pasalnya, kata Sugeng, beberapa anak asuhnya yang difabel telah berhasil meraih prestasi di ajang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparnas) 2023.

“Waktu kemarin Peparnas kita mendapatkan 3 emas, 4 perak. Itu Untuk cabang badminton,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Young Lex menyampaikan keinginannya bermain bulu tangkis bersama anak-anak disabilitas. Namun, mereka tak ada di lokasi karena sedang libur.

"Sayang anak-anak disabilitas lagi libur. Kita kan pengen juga gimana rasanya main sama anak anak disabilitas,” kata Young Lex.

“Iya kapan lagi dibantai sama disabilitas,” celetuk Fico.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bekasi Barometer Olahraga...
Bekasi Barometer Olahraga Jabar, Gotong Royong Modal Pertahankan Juara Porprov 2026
Basral Graito, Atlet...
Basral Graito, Atlet Skateboard Andalan Bekasi yang Mengguncang SEA Games 2025
SEA Games 2025: Atlet...
SEA Games 2025: Atlet Muaythai Kabupaten Bekasi Indra Hutagalung Sumbang Perunggu Kelas 63,5 Kg
Jelang Porprov Jabar...
Jelang Porprov Jabar 2026, Atlet Kabupaten Bekasi Dapat Jaminan Kesehatan
Daftar 29 Atlet Andalan...
Daftar 29 Atlet Andalan Kabupaten Bekasi yang Berlaga di SEA Games 2025
OMDC Padel Day, Rayakan...
OMDC Padel Day, Rayakan Hari Olahraga dan Kesehatan Gigi Bersama Difabel
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Special Bola
Kabar Buruk, Erick Thohir...
Bola Dunia
Kabar Buruk, Erick Thohir Konfirmasi Timnas Indonesia U-23 Dipastikan Absen di Asian Games 2026
Kisah Sedih Jeremy Doku,...
Bola Dunia
Kisah Sedih Jeremy Doku, Pemain Belgia yang Dikritik karena Ingin Tinggalkan Piala Dunia 2026 demi Kelahiran Anak Pertama
Timnas Indonesia Dirumorkan...
Bola Dunia
Timnas Indonesia Dirumorkan Tambah 2 Pemain Keturunan Asal Belanda dan Jerman, Erick Thohir Buka Suara
Rekomendasi
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Berita Terkini
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Portugal vs Uzbekistan:...
Portugal vs Uzbekistan: Saatnya Ronaldo Menjawab Keraguan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved