alexametrics

Jelang Final Prancis Terbuka 2018

Tanpa Formula Khusus, Stephens Tembus Papan Atas Dunia

loading...
Tanpa Formula Khusus, Stephens Tembus Papan Atas Dunia
Sloane Stephens menantang unggulan teratas, Simona Halep di final Prancis Terbuka 2018. / Foto: Reuters
A+ A-
PARIS - Bukanlah suatu keberuntungan Sloane Stephens bisa kembali menembus laga terakhir turnamen grand slam. Petenis berpaspor Amerika Serikat itu tampak telah menemukan bentuk terbaik dari dirinya.

Menempati unggulan nomor 10, Stephens sukses mencapai final Prancis Terbuka 2018 dengan menantang favorit utama Simona Halep. Tahun lalu, wanita 25 tahun itu juga berhasil mengangkat trofi AS Terbuka, setelah membekuk pemain senegaranya, Madison Keys di pertandingan terakhir.

Stephens, Sabtu (9/6) malam, akan berhadapan dengan Halep di final Roland Garros. Pada masa yang sama tahun lalu, Stephens masih dalam perawatan selama 10 bulan karena operasi kaki. Dan itu membuatnya terlempar hingga ke posisi 957 dunia, Juni tahun lalu.

Hanya membutuhkan lima turnamen pasca kembali pulih, Stephens berhasil memenangkan AS Terbuka. Setelah mengawali musim ini dengan rentetan hasil yang cukup mengecewakan, Stephens mampu bangkit untuk menjuarai Miami Masters.

Stephens merasa kehidupan mendatanginya dengan cepat usai kemenangan AS Terbuka. Dia tidak memiliki rahasia khusus terkait kemampuannya, yang mengantarnya hingga berada di posisi saat ini.

"Mengumpulkan kembali dan menyatukan diri, itu saya lakukan dengan baik, dan saya mulai bermain lebih baik dan lebih baik. Sepertinya, saya perlahan mendapatkan momentum. Tidak ada formula. Tidak ada yang benar atau salah. Itu masing-masing orang sebagai individu dan melakukannya sendiri-sendiri," terangnya seperti dilansir WTA Tennis.

Berkat kemampuannya menyingkirkan Serena Williams di Australia Terbuka lima tahun lalu itu, Stephens sempat digadang-gadang bakal menjadi pengganti Serena di masa mendatang. Ya, saat usianya masih 19 tahun, Stephens sempat membuat kejutan dengan mengalahkan Serena Williams dalam perjalanannya menuju ke semifinal Australia Terbuka 2013.

Dua tahun setelahnya, dia berhasil memenangkan gelar WTA pertamanya di Washington, lalu kembali ke semifinal turnamen grand slam pada tahun lalu.

Tanpa ragu, Stephens berpandangan jika semakin dewasa tingkat kematangan serta pengalamannya turut naik ke level berikutnya. "Semakin tua, lebih dewasa, berada di sini untuk jangka waktu yang lama, melakukan tur dari pekan ke pekan, mempelajari diri sendiri, mempelajari rutinitas saya, mempelajari apa yang terbaik untuk saya dan apa yang tidak," papar petenis dari Florida.

Menurut Stephens, tenis merupakan olahraga individu, jadi seorang pemain harus mencari tahu untuk memastikan diri melakukan yang terbaik. "Saya pikir saya melakukannya dengan baik beberapa pekan," imbuhnya.

Stephens mengatakan lagi bahwa tidak ada formula khusus yang dilakukannya hingga mampu mengukir hasil mengagumkan di Prancis Terbuka tahun ini. Dan seperti biasanya, dia hanya mencoba bermain bagus dan kuat di tiap laga.

"Saya pikir begitu saya masuk dalam turnamen, saya cukup konsisten, itu bagus. Saya hanya mencoba untuk tetap lolos ke final dan hanya bertanding pada pertandingan terakhir," pungkas Stephens yang akan menempati lima besar dunia pasca Prancis Terbuka 2018.

Dalam menghadapi Halep, Stephens sendiri memiliki catatan yang kurang menguntungkan. Dari tujuh pertemuannya, Stephens hanya mampu membekuk Halep dua kali. Dia juga tidak pernah menang pada dua kali permainan di lapangan tanah liat dengan Halep, termasuk di babak keempat Prancis Terbuka 2014.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak