alexametrics

Nottingham Terbuka 2018

Kesempatan Johanna Konta Ukir Sejarah di Negeri Sendiri

loading...
Kesempatan Johanna Konta Ukir Sejarah di Negeri Sendiri
Johanna Konta berpeluang menjadi petenis pertama Inggris Raya yang tampil sebagai juara di kandang sendiri sejak 1981. / Foto: Reuters
A+ A-
NOTTINGHAM - Runner-up musim lalu, Johanna Konta kembali lagi ke final Nottingham Terbuka tahun ini, setelah mengalahkan sang juara bertahan, Donna Vekic di semifinal, Minggu (17/6) dini hari WIB.

Pada laga pamungkas Minggu malam nanti, pemain tunggal putri nomor satu Inggris Raya itu akan berhadapan dengan favorit utama turnamen, Ashleigh Barty, yang menundukkan Naomi Osaka di semifinal.

Memainkan laga final lagi di Nottingham, Inggris, Konta pun menyatakan tidak sabar untuk segera masuk ke dalam lapangan. "Saya menantikan kesempatan untuk memainkan final lainnya, saya akan bekerja keras untuk melakukan yang terbaik yang saya bisa dan nikmati," tukasnya di WTA Tennis.

Pemain nomor 22 dunia, Konta sangat senang dirinya bisa memainkan begitu banyak pertandingan secara berurutan. Namun, yang terpenting baginya adalah dirinya mampu berkembang di setiap laga yang dimainkannya.



Berhadapan dengan Barty yang saat ini tengah on-fire, tentu akan menjadi tantangan yang sangat besar buat Konta. "Barty adalah pemain yang sangat berbakat, sangat licin. Dia menyukai permukaan (lapangan rumput) ini dan dia sangat lantang terkait hal tersebut," ucap Konta.

"Saya yakin dia akan memainkan tenis terbaiknya, dia sangat berkembang dan bermain sangat baik sejak dia kembali," imbuh unggulan nomor empat.

Pertandingan ini tidak hanya menjadi peluang Konta untuk merebut trofi perdananya di musim ini, namun juga menggoreskan sejarah sebagai petenis pertama Inggris Raya yang tampil sebagai juara di turnamen di kandang sendiri.

Pemain Inggris terakhir yang mampu melakukannya adalah Sue Barker saat memenangkan turnamen Brighton International pada 1981, namun itu terjadi di lapangan karpet. Sedangkan pemain Negeri Elizbeth menjuarai turnamen lapangan rumput di negeri sendiri adalah Virginia Wade di Eastbourne pada 1975.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak