Dugaan Pelecehan Seksual, Karier Christian Horner di Ujung Tanduk
Senin, 12 Februari 2024 - 09:09 WIB
loading...
Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Christian Horner memasuki babak baru / Foto: Evening Standard
A
A
A
MILTON KEYNES - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Christian Horner memasuki babak baru. Kepala Tim Red Bull Racing (RBR) itu dilaporkan tak akan selamat dari penyelidikan tim mengenai tuduhan yang kurang pantas tersebut.
Pada 5 Februari lalu, Horner diserang dengan tuduhan mengenai perilaku tak pantas dan pelecehan oleh seorang karyawan di timnya. Namun, dia dengan cepat membantah klaim tersebut dan menegaskan tak akan mundur dari jabatannya.
Red Bull mengatakan bahwa mereka menanggapi tuduhan terhadap Horner dengan sangat serius meskipun pria berusia 50 tahun itu telah menjadi kepala tim mereka sejak debut di F1 pada 2005 silam. Alhasil, kini Horner harus berjuang keras untuk menyelamatkan kariernya.
Baca Juga: Skandal Guncang F1: Pembalap Tiduri 33 Pramugari hingga Duel di Pit
Namun, menurut laporan BBC yang dilansir dari Daily Star pada Minggu (11/2/2024), bahwa orang dalam F1 yang berdiskusi dengan Red Bull tidak mengharapkan Horner bertahan memegang dapukannya. Meski begitu, laporan tersebut mengklaim Horner adalah orang yang kuat dan berpengaruh baik di Red Bull maupun di dunia F1, sehingga klaim ini masih harus dilihat apakah kasus tersebut bisa menjatuhkan kariernya atau tidak.
The Sun juga melaporkan bahwa seorang sumber mengatakan ‘Christian belum dipecat atau diminta mengundurkan diri dan dia tidak akan mengundurkan diri,’. Dia juga menambahkan bahwa ‘Ini bukan persidangan dan kami tidak akan mendapatkan jawaban dan hasil dari keputusan tersebut dalam waktu dekat,’.
"Ini bukanlah sesuatu yang bisa diperbaiki secepat itu. Orang-orang berharap hal ini akan berakhir sebelum musim F1 dimulai, tapi hal itu tidak akan terjadi," pungkas sumber tersebut.
Pada 5 Februari lalu, Horner diserang dengan tuduhan mengenai perilaku tak pantas dan pelecehan oleh seorang karyawan di timnya. Namun, dia dengan cepat membantah klaim tersebut dan menegaskan tak akan mundur dari jabatannya.
Red Bull mengatakan bahwa mereka menanggapi tuduhan terhadap Horner dengan sangat serius meskipun pria berusia 50 tahun itu telah menjadi kepala tim mereka sejak debut di F1 pada 2005 silam. Alhasil, kini Horner harus berjuang keras untuk menyelamatkan kariernya.
Baca Juga: Skandal Guncang F1: Pembalap Tiduri 33 Pramugari hingga Duel di Pit
Namun, menurut laporan BBC yang dilansir dari Daily Star pada Minggu (11/2/2024), bahwa orang dalam F1 yang berdiskusi dengan Red Bull tidak mengharapkan Horner bertahan memegang dapukannya. Meski begitu, laporan tersebut mengklaim Horner adalah orang yang kuat dan berpengaruh baik di Red Bull maupun di dunia F1, sehingga klaim ini masih harus dilihat apakah kasus tersebut bisa menjatuhkan kariernya atau tidak.
The Sun juga melaporkan bahwa seorang sumber mengatakan ‘Christian belum dipecat atau diminta mengundurkan diri dan dia tidak akan mengundurkan diri,’. Dia juga menambahkan bahwa ‘Ini bukan persidangan dan kami tidak akan mendapatkan jawaban dan hasil dari keputusan tersebut dalam waktu dekat,’.
"Ini bukanlah sesuatu yang bisa diperbaiki secepat itu. Orang-orang berharap hal ini akan berakhir sebelum musim F1 dimulai, tapi hal itu tidak akan terjadi," pungkas sumber tersebut.
Lihat Juga :