alexametrics

PON 2020

Target 2 Emas di PON 2020, Sepak Takraw Jateng Genjot Persiapan

loading...
Target 2 Emas di PON 2020, Sepak Takraw Jateng Genjot Persiapan
Sejumlah pemain sepak takraw mengikuti seleksi yang diadakan oleh PSTI Jateng di lapangan indoor GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Senin (16/7/2018)/Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Tengah mematok target minimal dua medali emas pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2020 di Papua. Guna merealisasikan target tersebut, persiapan sejak dini dilakukan PSTI Jateng.

Persiapan tersebut salah satunya dengan menggeber Liga Sepak Takraw Samsat Jateng yang digelar di tiga kabupaten, yakni Jepara, Kebumen, dan Banyumas.



Liga Samsat Jateng ini diikuti tim-tim terbaik sepak takraw di Jawa Tengah. Pada kategori putra, akan bersaing tim Samsat Jawa Tengah, PPLM Pusat, PPLP Jawa Tengah, Salsa Laturama, Semarang, Pengkab PSTI Jepara, Pengkab PSTI Kendal, Pengkab PSTI Demak, dan Samsat Banyumas.
Target 2 Emas di PON 2020, Sepak Takraw Jateng Genjot Persiapan
Sedangkan kategori putri diisi oleh tim PPLM Pusat, PPLP Jateng, Pengkab PSTI Jepara, Pengkab PSTI Kabupaten Magelang, Samsat Jawa Tengah dan Pengkab PSTI Kendal.

Ketua Harian PSTI Jateng, Mustaqim mengatakan, liga sepak takraw terbagi dua yakni Liga Utama untuk kesiapan menghadapi PON 2020 dan Liga Pratama sebagai ajang pembibitan atlet sepak takraw Jawa Tengah. Karena itu, dia mengaku optimistis bisa memenuhi target minimal dua emas dari sepak takraw di PON 2020 nanti.

“Kami optimis bisa meraih dua emas di cabang sepak takraw di PON Papua. Target tersebut bisa diharapkan datang dari tim putra-putri kuadran, dan di nomor lain yang perak semoga bisa menjadi emas,” kata Mustaqim di lapangan indoor GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Senin (16/7/2018) sore.
Target 2 Emas di PON 2020, Sepak Takraw Jateng Genjot Persiapan
Dia mengungkapkan, pesaing kuat di cabor sepak takraw PON 2020 datang dari Gorontalo, Riau, Jatim, Jabar, dan Sumbar. Namun demikian, pihakya tetap yakin mampu bersaing memperebutkan medali emas.

Selain liga sepak takraw, PSTI juga mematangkan atlet takraw dengan mengikuti sejumlah kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional. Yang terdekat adalah Kejurnas Sepak Takraw di Jakarta pada 27 Juli mendatang.

Ketua Umum PSTI Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat menyatakan bahwa pihaknya menerapkan srategi baru agar bisa meraih lebih banyak prestasi di PON Papua tahun 2020 mendatang. “Salah satu strategi tersebut adalah dengan mengikuti berbagai Kejuaraan Nasional, agar para pemain memiliki lebih banyak pengalaman bertanding,” kata Ihwan.

Selain itu, kata dia, PSTI Jateng juga telah mengadakan Liga Sepak Takraw Samsat yang bertujuan untuk menjaring atlet sepak takraw yang lebih berkualitas. “Liga ini berlangsung selama 3 putaran, Putaran pertama di Jepara telah selesai pada April lalu, selanjutnya putaran kedua dan ketiga akan diadakan di Kebumen dan Banyumas,” ujarnya.
Target 2 Emas di PON 2020, Sepak Takraw Jateng Genjot Persiapan
Sementara itu, PSTI melakukan seleksi pemain untuk dipilih dalam Kejurnas Sepak Takraw di Jakarta. PSTI Jateng akan memilih 6 pemain wanita dan 6 pemain laki-laki yang akan mengikuti 4 kategori nomor, yakni nomor kuadran dan regu khusus pria, nomor  nomor kuadran dan regu untuk wanita.

“Saya dan pemain selalu menjaga kondisi fisik kami ketika tidak ada kejuaraan, minimal dengan rutin berolahraga, hal itu sangat dibutuhkan ketika kami mengikuti seleksi seperti saat ini,” kata salah seorang peserta seleksi, Rohman Hidayat. Menurutnya, Kejurnas di Jakarta menjadi batu loncatan untuk menatap PON Papua 2020.

“Target kami di PON Jawa Barat lalu meraih satu medali emas dan itu berhasil kami capai, sekarang kami menargetkan dua medali emas di PON Papua 2020. Dengan mengikuti banyak kejuaraan kami akan memiliki banyak pengalaman untuk mengikuti PON Papua nanti,” ungkapnya.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak