alexametrics

Jelang Asian Games 2018

Ditunggu sejak Siang, Obor Asian Games Tiba di Malang Malam Hari

loading...
Ditunggu sejak Siang, Obor Asian Games Tiba di Malang Malam Hari
Obor diusung oleh Lilis Handayani, atlet penyumbang medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Seoul 1988 lewat cabang olahraga panahan. / Foto: dok. iNews
A+ A-
MALANG - Ditunggu ribuan warga selama berjam-jam sejak Jum'at (20/7) siang, obor Asian Games akhirnya tiba di Kota Malang pada malam hari. Obor diusung oleh Lilis Handayani, atlet penyumbang medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Seoul 1988 lewat cabang olahraga panahan.

Tampak ribuan warga Malang sudah menanti kedatangan pawai obor Asian Games, yang harus menempuh perjalanan dari Blitar, Kabupaten Malang, kemudian menuju Kota Malang.

Sejak siang mereka dihibur dengan aneka tari, reog dan berbaga kesenian khas daerah lainnya, yang sudah disiapkan di sepanjang Balai Kota Malang, titik penyambutan obor di Kota Malang. Obor Asian Games akhirnya tiba di Balai Kota Malang pada malam hari.

Meski sempat salah rute, namun antusias warga Kota Malang tidak berubah. Ribuan warga memadati sepanjang halaman depan Balai Kota Malang menyambut obor yang berkeliling Nusantara jelang Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang.



Obor dari Lilis kemudian dibawa oleh KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, kemudian diserahkan ke Plt (Pelaksana Tugas) Walikota Malang Sutiaji.

Lilis mengaku senang bisa membawa obor Asian Games. Dia pun memberi motivasi bagi atlet yang akan bertanding untuk jadi pemenang dan mengharumkan nama bangsa Indonesia sebagai tuan rumah.

"Momentum sebagai tuan rumah harus bisa dimaksimalkan oleh para atlet Indonesia untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat dan bangsa Indonesia yang haus akan prestasi," ungkap Lilis.

Usai dari Kota Malang, obor Asian Games akan dibawa menuju Bromo pada Sabtu dinihari.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak