alexametrics

China Terbuka 2018

Tontowi/Liliyana Coba Realistis Tersingkir dari China Terbuka

loading...
Tontowi/Liliyana Coba Realistis Tersingkir dari China Terbuka
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mencoba realistis tersingkir dari China Terbuka 2018. Foto : PBSI
A+ A-
CHANGZHOU - Persaingan yang mulai ketat dan faktor usia tak bisa dipungkiri mulai mempengaruhi penampilan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Faktor ini pulalah yang menjadi alasan Tontowi/Liliyana tersingkir di babak kedua China Terbuka 2018.

Sejatinya pasangan nomor tiga dunia itu mematok target tinggi di ajang yang masuk kategori Super 1000 itu. Sayangnya keinginan Tontowi/Liliyana harus kandas setelah ditundukkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan 12-21, 21-14, 12-21. (Baca juga : Pasangan Jepang Hentikan Langkah Owi/Butet ke Perempat Final)

Jika menyimak jalannya pertandingan di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Kamis (20/9/2018), pasangan Jepang tersebut berhasil merepotkan Tontowi/Liliyana. "Kami harus akui, mereka pasangan muda, mereka lebih cepat. Di game kedua kami menerapkan pola yang benar, mainnya harus diakalin, tidak bisa ikut cepat karena kami akan kalah. Seharusnya kami lebih tenang dan meredam, tapi malah ikut ingin main kencang, yang terjadi ya Owi pontang-panting," kata Liliyana saat diwawancara Badmintonindonesia, Jumat (21/9/2018).



"Sebetulnya saya feeling mainnya cukup enak, tapi yang menjadi catatan utama buat saya adalah saya masih kurang tahan. Saat reli panjang, akhirnya tidak bisa menyelesaikan. Selain itu, dari segi persiapan juga kurang, kalau persiapannya bagus, mungkin kami masih bisa dapat hasil lebih baik," sebut Tontowi.

Meski kecewa, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 realistis dengan kondisi. Mereka pun akan menghabiskan sisa turnamen tahun ini. Liliyana sendiri tahun depan sudah menyatakan akan pensiun.

"Memang sudah harus kami hadapi, kami terima, untuk menembus ke delapan besar saja memang untuk sekarang ini harus kerja keras. Kami tetap nggak mau menyerah kalau lagi tanding, kami sudah usaha rubber game," tutur Liliyana.

"Kami harus terima kenyataan, mungkin dulu grafik penampilan kami meningkat, sekarang sudah ada di fase menurun. Kami akan mencoba menikmati pertandingan di sisa 2-3 turnamen kami bersama. Pesan saya kepada Owi, dia kan akan dipartnerkan dengan pemain muda, jadi dia harus siapkan stamina lebih, apalagi sekarang sudah tidak muda lagi, sedangkan lawan masih banyak yang lebih muda dan punya kekuatan dan kecepatan," ucap Liliyana.

Jika Tontowi akan berpasangan dengan pemain muda Winni Oktavina Kandouw, Liliyana masih belum punya rencana untuk berpartner dengan pemain muda di tahun ini. "Masih belum tahu ya recnana ke sana, ada sih keinginan bantu yang junior supaya naik pedenya, hasil kan ngga tau apakah saya bisa bikin dia juara, tapi minimal pede lah," pungkas Liliyana.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak