alexametrics

Joshua Robohkan Povetkin, Whyte Ngarep Ditemui Lagi

loading...
Joshua Robohkan Povetkin, Whyte Ngarep Ditemui Lagi
Anthony Joshua tanpa ampun merobohkan Alexander Povetkin di ronde ketujuh dalam pertempuran di Stadion Wembley, London, Minggu (23/9/2018) dini hari WIB. / Foto: Reuters
A+ A-
LONDON - Petinju pemilik sabuk juara kelas berat WBC Silver dan WBO International asal Inggris, Dillian Whyte sudah tak sabar untuk memperoleh kesempatan kedua bertarung dengan raja kelas berat IBF/IBO/WBA Super/WBO senegaranya, Anthony "AJ" Joshua.

The Body Snatcher semakin terlecut untuk berada di dalam ring dengan Joshua, setelah menyaksikan sang juara dunia itu merobohkan mantan juara dunia Alexander Povetkin di ronde ketujuh pada mega duel kelas berat di Stadion Wembley, London, Sabtu (22/9) malam waktu setempat.

Kendati AJ berulangkali menyebutkan nama juara WBC, Deontay "The Bronze Bomber" Wilder untuk pertarungan berikutnya, namun Whyte masih menaruh harapan besar AJ menyebutkan namanya.

"Tinju kelas berat adalah hal yang lucu, siapa yang tahu seberapa buruk kerusakan pada hidungnya (Joshua), dia mungkin perlu operasi," ucap Whyte yang menyaksikan langsung kemenangan Joshua atas Povetkin, seperti dilansir Sky Sports.

"Semoga itu saya, saya di sini dan siap untuk bergoyang. Saya selalu siap bertarung dan tidak pernah berkata tidak untuk bertarung," harap Whyte terkait kemungkinan lawan Joshua selanjutnya.

Pada akhir 2015, Whyte sempat mencicipi kekuatan Joshua. Ketika itu, Joshua masih belum menyandang gelar dunia kelas berat. Setelah berlangsung sangat menarik, namun akhirnya Whyte menderita kekalahan TKO di ronde ketujuh dari Joshua.

Kekalahan dari Joshua tersebut menjadi satu-satunya noda dari 25 penampilan profesional Whyte. Sementara Joshua masih belum tersentuh kekalahan selama 22 kali naik ring, bahkan 21 di antaranya berakhir dengan KO/TKO.
(nug)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak