alexametrics

Sepeda Nusantara 2018

Sepeda Nusantara Etape Menoreh Libatkan Lebih 25 Ribu Peserta

loading...
Sepeda Nusantara Etape Menoreh Libatkan Lebih 25 Ribu Peserta
Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Anggota DPR RI Komisi X, My Esti Wijayati mengawali start Sepeda Nusantara 2018 Etape Menoreh. Foto : Ist
A+ A-
KULON PROGO - Lebih dari 25 ribu oang memadati alun-alun Wates, Kulon Progo, Sabtu (29/9/2018), guna mengikuti rangkaian Sepeda Nusantara 2018 Etape Menoreh dalam rangka memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35. Ajang ini sekaligus menyambut HUT Ke-67 Kabupaten Kulon Progo.

Rangkaian kegiatan dari salah satu program unggulan Kemenpora di bawah payung Ayo Olahraga ini meliputi All Bike Sepeda Nusantara 67Km. Angka itu diambil dari Hari Jadi Ke-67 Kabupaten Kulon Progo serta Fun Bike 15Km yang di ambil dari tanggal 15 Oktober sebagai HUT Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu, jalan sehat serta gelaran olahraga tradisional juga digelar. Sepeda Nusantara Etape Menoreh ini yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kebugaran masyarakat serta mendukung Gerakan Hidup Sehat (Germas) dan Wonderful Indonesia melalui sport torism.



Tampak hadir mengikuti Sepeda Nusantara 2018 selain para peserta yang mendaftar antara lain Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, My Esti Wijayati, Anggota DPR RI Komisi X, serta enam wanita turis mancanegara seperti Devi Mirchandi (Singapura), Mai Kato, Yukari Inada, Ayu Sakamoto yang merupakan warga negara Jepang, Sophia Riedl (Jerman) dan Michele Johnstone (AS).

Dalam sambutannya membuka acara, Bupati Hasto mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpora di bawah kepemimpinan Menpora Imam Nahrawi yang telah mempercayakan kembali Kulon Progo sebagai penyelenggara Sepeda Nusantara.

"Saya mewakili masyarakat Kulon Progo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenpora, di mana Kulon Progo kembali dipercaya menggelar Sepeda Nusantara kali ini dalam rangka menciptakan masyarakat yang sehat melalui berolahraga sekaligus mendukung Gerakan Hidup Sehat (Germas)," ucap Hasto singkat.

Anggota DPR RI Komisi X, My Esti Wijayati mengatakan jika Sepeda Nusantara yang merupakan bagian dari program besar Kemenpora yakni gerakan masyarakat sehat ini memberikan manfaat besar kepada masyarakat.

"Tentunya program seperti ini sangat memberikan manfaat kepada masyarakat, terkait dengan hidup sehat, olahraga tanpa polusi serta harapannya membuka ruang-ruang sekat antara kelompok satu dengan lainnya, khususnya ketika kita bicara mengenai tahun politik," ungkapnya.

"Di sini berkumpul puluhan ribu orang yang pastinya tidak sama pilihan partai politiknya, tidak sama pilihan presidennya, tetapi satu kata kita adalah Pancasila, NKRI, maka harapan kita event ini akan mampu menyejukkan suasana sekaligus mengantar pesta demokrasi yang betul-betul menjadi pestanya rakyat dengan penuh kegembiraan dan tidak ada lagi berita-berita hoax, saling menghina dan nyinyir antara satu dengan lainnya. Sehingga event yang terselenggara dari Yogyakarta ini akan kita suarakan ke nasional di mana kita bisa bersatu padu dalam gerakan masyarakat sehat melalui olahraga tanpa polusi," tambahnya.

Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengatakan bahwa kembalinya Kulon Progo dipilih dari 70 titik penyelenggaraan Sepeda Nusantara, lantaran daerah terebut memiliki komitmen kuat untuk mengolahragakan masyarakat dan juga memasyarakatkan olahraga yang sekarang dikenal dengan sebutan Ayo Olahraga.
Sepeda Nusantara Etape Menoreh Libatkan Lebih 25 Ribu Peserta

"Pemerintah Daerah Kulon Progo tak hanya mampu membuat masyarakatnya untuk terus berolahraga. Mereka juga peduli dalam melestarikan olahraga tradisional, bahkan saat gelaran festival olahraga tradisional di Jambi beberapa waktu lalu, Kulon Progo tampil sebagai juara nasional," kata Raden Isnanta.

"Di dalam hari jadinya ke-67, Kulon Progo menempatkan olahraga sebagai instrumen peringatan hari jadi itu. Berarti olahraga ditempatkan pada sisi yang positif, di samping bersepeda juga ada senam, baik tradisional maupun modern, serta gerak jalan yang memang sudah diinisiasi lama oleh masyarakat setempat," ucapnya.

"Artinya apa? Ketika instrumen olahraga tadi, merupakan alternatif-atlernatif yang ditawarkan oleh Kulon Progo untuk mengolahragakan masyarakat dan juga memasyarakatkan olahraga tadi. Itulah alasan kami kembali memilih daerah ini sebagai penyelenggara Sepeda Nusantara," tambah Isnanta.

Isnanta juga menyebut luar biasa kerja sama antara Pemerintah daerah setempat dan para stakeholder, sehingga mampu menarik minat lebih dari 25 ribu orang untuk melakukan rangkaian kegiatan olahraga melalui perhelatan Sepeda Nusantara 2018 ini.

"Ini merupakan kerja bareng pemerintah pusat, daerah dengan menggandeng federasi olahraga masyarakat, SKPD-nya, Sekolah, guru dan lainnya sehingga menghasilkan ketumpahruahan masyarakat untuk sama-sama bergerak, berolahraga, di mana bisa saya katakan cukup berhasil dalam menggerakan masyarakat untuk berolahraga, sehingga bisa merangsang kabupaten lainnya untuk melakukan minimal hal yang sama atau lebih dari ini," terangnya.

Ke depannya jika sudah ada kemandirian, lanjut Isnanta, tentunya akan kita gerakkan jenis olahraga yang lain, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk berolahraga. "Kita sudah dua tahun melakukan kegiatan Sepeda Nusantara ini, grafik terlihat sudah semakin membaik tingkat keikutsertaanya dalam berolahraga, pelan-pelan estafet akan kita berikan penuh kepada Pemerintah Kabupaten dan kita akan menggerakkan olahraga yang lain, seperti olahraga prestasi, olahraga pendidikan di mana semua itu harus kita bangun dan kita kerjakan," pungkasnya.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak