alexametrics

Lanjutkan UEFA Nations League, Portugal Benahi Lini Depan

loading...
Lanjutkan UEFA Nations League, Portugal Benahi Lini Depan
Lanjutkan UEFA Nations League, Portugal Benahi Lini Depan
A+ A-
CHORZOW - Portugal punya misi khusus saat kembali mengikuti UEFA Nations League kontra Polandia. La Selecao das Quinas bakal mencoba untuk lebih galak ketika berada di kotak penalti lawan. Portugal boleh saja sukses menjuarai Piala Eropa 2016.

Tapi, setelah mereguk sukses di Prancis, tim asuhan Fernando Santos itu tidak pernah lagi meraih gelar.

Mereka terhenti di semifinal saat Piala Konfederasi 2017 di Rusia. Lalu, kala meramaikan Piala Dunia 2018 di Negeri Beruang Merah, langkah Portugal hanya sampai babak 16 besar karena dikalahkan Uruguay 1-2.

Semua ini disinyalir karena daya serang yang kurang memadai. Portugal lebih sering mengandalkan Cristiano Ronaldo dalam urusan merobek gawang lawan. Akibatnya, ketika CR7 mendapat pengawalan ketat, produktivitas menjadi menurun.

Terbukti, selama beberapa pertandingan terbaru, Portugal hanya mampu mencetak satu gol. Ketika Ronaldo tidak bermain karena alasan pribadi, Portugal terlihat kesulitan menggalang serangan. Itu terjadi ketika ditahan Kroasia 1-1 saat laga uji coba dan hanya bisa menang 1-0 atas Italia pada partai pertama UEFA Nations League.

Hal serupa mungkin saja terulang ketika Portugal bertandang ke Stadion Slaski, dini hari nanti. Pasalnya, pada partai kedua penyisihan Grup 3 di League A itu, Ronaldo kembali absen.

Padahal, duel itu wajib dimenangkan jika Pepe dkk ingin terus memuncaki klasemen sementara. “Kami punya banyak pemain berkualitas tinggi. Kompetisi ini memang sulit. Tapi, kami harus menghadapinya tanpa rasa takut.

Pertandingan nanti mungkin akan menyajikan kisah berbeda. Semuanya tergantung penampilan kami,” ucap bek Portugal Pedro Mendes, dilansir Abola . Mencari mesin gol baru kini menjadi prioritas Santos.

Tugas ini seharusnya bisa di selesai kan mengingat Portugal punya 12 pemain berkarakter menyerang. Apalagi, mayoritas masih muda atau berusia 24 tahun ke bawah. Santos bisa memaksimalkan potensi Bernardo Silva, 24; Andre Silva, 22; Goncalo Guedes, 21; Bruma, 23; atau Helder Costa, 24.

Bisa juga Gelson Martins, 23; Rony Lopes, 22; atau Goncalo Paciencia 24. Dari sejumlah nama itu, Silva bisa dijadikan tumpuan. Pasalnya, penyerang AC Milan yang kini dipinjam Sevilla itu cukup tajam saat tampil di Primera Liga. Dia mampu mencetak tujuh gol dari tujuh pertandingan.

“Kami bertanding untuk menang. Tujuannya masuk semifinal. Portugal favorit? Tentu saja. Portugal menunjukkan kekuatannya saat Piala Eropa 2016. Kami punya potensi melaju ke final.

Laga nanti akan mendemonstrasikan kualitas pemain yang dimiliki negeri ini,” tutur Mendes. Selain mencari goal getter , Santos juga harus mewaspadai gerak-gerik Polandia. Armada Jerzy Brzeczek ini tidak bisa remehkan.

Terbukti, mereka mampu menahan Italia 1-1. Terlebih Portugal juga belum pernah lagi meraih kemenangan dari empat pertemuan terbaru kontra Polandia di waktu reguler.

Sebelumnya Polandia pernah menang 2-1 saat jumpa Portugal pada 2006. Lalu, bermain 2-2 dan 0-0. Bahkan, ketika bentrok saat perempat final Piala Eropa 2016, laga juga berkesudahan 1-1. Portugal bisa lolos karena menang adu penalti 5-3.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak