alexametrics

Berkeras Tak Bersalah, Khabib Nurmagomedov Ancam Mangkir dari Sidang

loading...
Berkeras Tak Bersalah, Khabib Nurmagomedov Ancam Mangkir dari Sidang
Pemegang sabuk juara UFC 229, Khabib Nurmagomedov, mengancam mangkir dari sidang atas kasus keributan yang terjadi di T-Mobile Arena, Las Vegas, AS. Foto: Reuters
A+ A-
MOSCOW - Pemegang sabuk juara UFC 229, Khabib Nurmagomedov, mengancam mangkir dari sidang atas kasus keributan yang terjadi di T-Mobile Arena, Las Vegas, AS. Meski telah dijatuhi sanksi larangan bertanding, petarung asal Dagestani tersebut kukuh merasa tak bersalah.

"Saya tidak bersalah. Saya tidak akan pergi ke Vegas untuk menghadiri sidang," kata Nurmagomedov dilansir Bein Sports Turkey.

Sebelumnya, Komisi Atletik Negara Bagian Nevada (NSAC) telah menjatuhkan sanksi larangan bertanding bagi Nurmagomedov maupun McGregor. Tidak hanya larangan bertanding, uang sejumlah 1 juta dolar atau setara Rp15,1 miliar dari total 2 juta dolar (Rp30,2 miliar) yang diterima Khabib juga ditahan anggota komite.

Meski demikian, Khabib tetap berpegang teguh pada pendirian. Pasalnya, petarung berusia 30 tahun tersebut menilai tindakannya merupakan upaya membela agama dan keluarganya dari ejekan yang dilontarkan kubu McGregor.

"Saya hanya membela keluarga dan agama saya," tegas Nurmagomedov.

Bahkan tak tanggung-tanggung, anak asuh Javier Mendez itu pun mengancam balik dengan merelakan uang yang dihasilkannya di laga UFC 229 ditahan dan tak peduli jika dirinya dilarang bertanding selama 10 tahun.

"Jika mereka ingin menghukum saya, mereka bisa mendapatkan semua uang yang saya hasilkan. Mereka dapat memberi saya larangan 10 tahun. Saya tidak peduli," ujarnya.

Khabib dan McGregor diwajibkan menghadiri sidang pada tanggal 10 Desember nanti. Melalui pengadilan tersebut, hukuman bagi keduanya akan dijatuhkan. Bahkan, kabarnya larangan seumur hidup bertanding mengancam kedua bintang UFC tersebut.
(sha)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak