alexametrics

2018, Tahunnya Luka Modric

loading...
2018, Tahunnya Luka Modric
Luka Modric meraih 753 perolehan suara, sementara dua kandidat lainnya, yakni Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann mengumpulkan 478 suara dan 414 suara
A+ A-
PARIS - Perjalanan karier Luka Modric akhirnya menghasilkan penghargaan. Pada acara malam penganugerahaan Ballon d’Or 2018 di Grand Palais, Paris, Perancis, Selasa (4/12) dini hari WIB, gelandang Real Madrid itu berhasil keluar sebagai pemenang peraih gelar pemain terbaik versi majalah Football France tersebut.

Modric meraih 753 perolehan suara, sementara dua kandidat lainnya, yakni Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann mengumpulkan 478 suara dan 414 suara. Selama 2018, Modric tercatat meraih tiga trofi bergengsi.

Tidak hanya menyegel gelar Ballon d'Or saja, pemain asal Kroasia berusia 33 tahun itu juga sukses mengawinkan gelar Pemain Terbaik di Piala Dunia 2018, FIFA, dan UEFA. Jangankan berpikir untuk menang, masuk tiga besar peraih Ballon d'Or rasanya jauh dari pikiran Modric.

2018, Tahunnya Luka Modric


Namun Takdir berkata lain, dia mendapatkan suara terbanyak dan berhak membawa pulang trofi bola emas tersebut. (Baca juga: Fakta di Balik Sukses Modric Raih Trofi Ballon dOr)

"Penghargaan ini untuk semua pemain yang mungkin pantas menang dan tidak. Ini adalah tahun yang sangat spesial bagi saya. Sulit untuk mengekspresikan emosi saya dan bagaimana perasaan saya dalam kata-kata. Ini adalah sesuatu yang unik bagi saya. Itu sangat spesial."



Ramalan Zinedine Zidane


Zinedine Zidane bisa dikatakan sebagai salah satu orang yang memiliki andil besar terhadap keberhasilan Modric. Selama memperkuat Real Madrid yang dijejali pemain bintang, pria berkepala plontos itu selalu punya ruang untuk memberikan kesempatan kepada Modric untuk mengekspresikan diri di lapangan hijau.

Berkat kepercayaan yang ditanamkan Zidane, Modric tumbuh sebagai gelandang serang yang patut diperhitungkan. Empat trofi juara Liga Champions berhasil diborong Madrid selama dua pria hebat ini berkolaborasi. Tak hanya di klub saja, pemain mungil berambut pirang itu sukses mengantarkan Kroasia ke final Piala Dunia 2018.

"Ketika Zidane menjadi pelatih Madrid pada Januari 2016, dia memanggil saya ke kantornya satu hari setelah pelatihan dan memberi tahu saya bagaimana dia melihat saya sebagai pemain dan apa yang dia harapkan dari saya. Dia mengatakan kepada saya bahwa saya adalah pemain penting baginya dan, di atas segalanya, dia melihat saya sebagai pemain yang bisa memenangkan Ballon d'Or," kenang Modric.

Modric berkata ketika Zidane dengan semua kepribadian dan sejarahnya berkata hal-hal positif tentang dirinya, itu meningkatkan kepercayaan diri. "Tidak ada momen khusus di mana dia (Zidane) mengatakan kepada saya: Anda bisa menang. Ketika saya menceritakan semua piala individu yang saya menangkan tahun ini dan ketika saya melihat bahwa saya berada di antara 30 finalis, saya mulai percaya," pungkas Modric.
(bbk)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak