Marin Kritik BWF: Atlet Bukan Robot, Harus Dilindungi

Selasa, 25 Desember 2018 - 04:01 WIB
Marin Kritik BWF: Atlet...
Marin Kritik BWF: Atlet Bukan Robot, Harus Dilindungi
A A A
MUMBAI - Kritik pedas dilontarkan pebulu tangkis wanita asal Spanyol Carolina Marin kepada Badminton World Federation atau Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Marin mengungkapkan pemain 'dipaksa' tampil di 12 turnamen per musim demi lolos ke Final Tur Dunia BWF.

Marin melihat aturan BWF memaksa 15 pemain teratas harus ambil bagian dalam setidaknya 12 turnamen per musim, yang terlalu melelahkan. Dia berharap badan pengelola harus berbuat lebih banyak untuk melindungi para pemain dari cedera.

"Saya pikir mungkin mereka (BWF) harus berpikir lebih banyak tentang para pemain karena para pemain adalah hal utama bagi federasi dunia atau federasi Spanyol atau federasi apa pun," ungkapnya.

Setelah meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016, Marin mengalami cedera, yang terakhir adalah cedera di kaki kanannya yang membuatnya absen dari Final Tur Dunia BWF 2018 yang digelar 12-18 Desember.

"Ketika mereka memaksa para pemain untuk memainkan begitu banyak turnamen dalam setahun, kami tidak bisa melakukan itu. Kami adalah manusia, kami bukan robot, jadi kadang-kadang kami cedera karena kami dipaksa untuk memainkan begitu banyak turnamen. Jika kami tidak bermain karena kami cedera maka kami harus membayar denda."

Lepas dari hal di atas, Marin punya cita-cita mulia dalam membangun bulu tangkis di negaranya. Marin yang datang dari negara yang tidak memiliki silsilah bulu tangkis yang jelas, percaya bahwa dia dapat memopulerkan olahraga ini dengan banyak anak yang mengambil raket setelah keberhasilan Olimpiade.
(Baca juga: Carolina Marin Target Jadi Pebulu Tangkis Putri Terbaik Sejagat ).
Namun, dia tidak terlalu yakin apakah Spanyol akan melahirkan Marin-Marin lainnya. "Tidak mudah untuk menghasilkan Carolina Marin lain," tambahnya. "Mungkin karena Carolina Marin memiliki sesuatu yang istimewa yang mungkin tidak dimiliki atau sulit dilahirkan oleh wanita lain."

"Saya memiliki karakter khusus yang membuat saya merasa istimewa untuk melakukan upaya memperjuangkan mimpi saya."
(sha)
Berita Terkait
3 Pebulu Tangkis Jepang...
3 Pebulu Tangkis Jepang Pensiun, Minions Kehilangan Lawan Tangguh
Tim Junior Bulu Tangkis...
Tim Junior Bulu Tangkis Indonesia Berangkat ke Spanyol untuk Kejuaraan Dunia Junior 2022
Kejuaraan Bulu Tangkis,...
Kejuaraan Bulu Tangkis, Diikuti 192 Pemain dari 38 Media di Jakarta
Komitmen BNI Dukung...
Komitmen BNI Dukung Pengembangan dan Pembinaan Bulu Tangkis di Tanah Air
HUNDRED HOO HAA CUP...
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Hadir di ICE BSD, Satukan Ribuan Atlet Bulutangkis Dunia
606 Atlet Bertanding...
606 Atlet Bertanding di Kejuaraan Bulutangkis Piala Presiden 2022
Berita Terkini
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
31 menit yang lalu
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
53 menit yang lalu
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
1 jam yang lalu
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
1 jam yang lalu
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
1 jam yang lalu
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
1 jam yang lalu
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved