alexametrics

Pengaturan Skor Tidak Ada Hubungannya dengan Kesejahteraan Pemain

loading...
Pengaturan Skor Tidak Ada Hubungannya dengan Kesejahteraan Pemain
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Kepala Bagian Hukum Kemenpora Yusuf Suparman memberikan penjelasan dan keterangan terkait dugaan pengaturan skor kepada Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri di Kantor Ditipidkor Bareskrim
A+ A-
JAKARTA - Match Fixing atau pengaturan skor pertandingan merupakan konsekuensi yang harus dihadapi di era industrialisasi olahraga. Memberantas pengaturan skor tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus menyeluruh dan melibatkan pelbagai stakeholder.

Inilah yang mulai dilakukan Indonesia untuk menjadikan sepak bola di Tanah Air tidak tercemar dengan pengaturan skor. Pembentukan Satgas Anti Mafia Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dinilai ampuh untuk memberantas masalah ini.

Buktinya, tiga pelaku pengaturan skor berhasil diamankan di tempat berpisah dan waktu berbeda. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan tiga pelaku, yakni, P, A, dan J.



Argo sendiri belum mengetahui motif dan peran dari pelaku. Sebab pemeriksaan ketiganya, khususnya J masih dikembangkan pihaknya dan tengah dilakukan pendalaman. Menanggapi masalah ini, Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto menuturkan bahwa keberadaan mafia sepak bola tidak ada hubungannya dengan kesejahteraan pemain.

"Enggak ada hubungannya langsung," singkat Gatot kepada SINDOnews, Kamis (27/12/2018).

Disinggung terkait kompetisi sepak bola Tanah Air musim depan, apakah Kemenpora bakal membekukan PSSI? Gatot menjawab tidak. Dikatakannya, kompetisi itu urusan PSSI.

"Kompetisi itu urusan PSSI dengan catatan harus lolos verifikasi BOPI. Kemenpora tidak akan membekukan!" tegas Gatot.

Sementara itu, Gatot mengomentari rencana PSSI yang berencana memanggil setidaknya 25 pemilik akun yang mengetahui adanya dugaan pengaturan skor yang disampaikan melalui media sosial. Itu merupakan langkah positif untuk memberantas praktik pengaturan skor.

"Asal tidak intimidatif saja," pungkas Gatot.
(sha)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak