alexametrics

PSSI Waspada Ada Pihak Bermain di Air Keruh dalam Berantas Mafia Bola

loading...
PSSI Waspada Ada Pihak Bermain di Air Keruh dalam Berantas Mafia Bola
Anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa menyayangkan ada pihak yang bermain di air keruh dalam upaya pemberantasan mafia sepak bola di tubuh PSSI/Foto/Twitter/MNC Trijaya(@mnctrijayafm)
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa menyayangkan ada pihak yang bermain di air keruh dalam upaya pemberantasan mafia sepak bola di tubuh PSSI. Menurutnya, apa yang dilakukan Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) akan mengganggu apa yang tengah dikerjakan PSSI untuk membersihkan mafia bola.

"Benar, mafia ada di tubuh PSSI, di komite eksekutif bahkan di komisi disiplin. Itu seharusnya jadi sapu yang membersihkan, tapi sapunya justru kotor. Tapi, sejak awal, PSSI komitmen untuk memberantas itu," kata Gusti Randa dalam diskusi bertajuk "Sepak Mafia Bola" yang digelar MNC Trijaya Network di d'consulate resto & lounge, Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Menurut Gusti Randa, PSSI mendukung langkah Satgas Anti-Mafia Bola Polri, yang telah mengusut skandal pengaturan skor di liga Indonesia. Sejauh ini, Polri telah menahan empat orang tersangka, termasuk anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Ling En.



(Baca juga: Tim Satgas Anti Mafia Sepak Bola Tangkap Mbah Putih di Yogyakarta).

Namun, Gusti Randa juga menyayangkan ada pihak yang ingin 'bermain' di tengah keruhnya suasana. Gusti menyebut KPSN yang bergerak dengan melibatkan sebuah lembaga, akan mengumpulkan member dan voter PSSI di sebuah hotel di Jakarta pada 9 Januari nanti.

"Ini mengganggu apa yang sedang kita kerjakan. Situasinya sudah bagus. Kepolisan sudah bergerak, dan Menpora sudah mendukung. Tapi, adanya KPSN jangan dianggap enteng. Ini akan mengganggu apa yang sedang dikerjakan. Akan sangat mungkin terjadi seperti tahun-tahun lalu. Akhirnya kita kena pembekuan dari FIFA," ungkap Gusti.

"Dalam situasi ini, akan berbahaya jika muncul pihak-pihak yang bukan menjernihkan suasana, tapi justru memperkeruh. Jika ada pihak-pihak yang ingin targetnya melengserkan ketua umum PSSI, langsung saja. Jangan buat PSSI tandingan. Nanti dibuat juga liga tandingan liga, seperti dulu ada ISL, ada IPL."

Gusti menambahkan, lembaga yang mengundang member dan voter PSSI itu ini bukan dari pemerintah. Pernyataan Gusti sebagai jawaban dari Sekretaris Menpora Gatot S Dewa Subroto, yang menegaskan KPSN tidak ada hubungan dengan Kemenpora. Menurut Gusti, lembaga tersebut membiaya transpor hingga akomodasi para anggota dan pemilik suara PSSI.
Selain Gusti Randa, pembicara lainnya Sekretaris Menpora Gatot S Dewa Subroto, Gusti Randa (anggota Komite Eksekutif PSSI), Kombes Pol. Syahar Diantono (Kabag Penum Divisi Humas Polri selaku anggota Tim Media Satgas Anti-Mafia Bola), Muhammad Hardika Aji (Sekjen Asosiasi Pemain Profesional), dan Ignatius Indro (Ketum Paguyuban Suporter Timnas Indonsia).

Sementara Ignatius Indro mengatakan tidak terlibat dengan KPSN. Namun, sejak Edy terpilih sebagai ketua umum PSSI, PSTI selalu kritis, dengan mengkritik masalah tiket, bahkan kekerasan suporter. "Termasuk kami juga mendukung tagar (#)EdyOut," katanya.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak