alexametrics

Label Juara Dunia MotoGP 2018 dengan 23 Kali Jatuh Tidak Masuk Akal

loading...
Label Juara Dunia MotoGP 2018 dengan 23 Kali Jatuh Tidak Masuk Akal
Wayne Rainey sangat mengagumi motivasi dan kemampuan Marquez dalam menggeber motor RC213V. Tapi ada hal yang tidak masuk akal ketika juara dunia MotoGP 2018 menorehkan catatan minor / Istimewa
A+ A-
CALIFORNIA - Marc Marquez menerima kritikan pedas dari legenda balap motor Wayne Rainey. Ini berkaitan dengan jumlah jatuh dari pembalap tim Repsol Honda selama menjalani balapan MotoGP 2018.

Marquez menggarisbawahi namanya sebagai juara dunia MotoGP 2018. Tak hanya prestasinya saja yang terungkap, pembalap yang dikenal dengan julukan The Baby Alien juga dikenal sebagai joki yang doyan terjatuh. Total, 23 kali juara dunia lima kali di kelas utama mengalami kecelakaan.

Rainey mengakui jika dirinya sangat mengagumi motivasi dan kemampuan Marquez dalam menggeber motor RC213V. Tapi ia seharusnya memerhitungkan keselamatannya di pacuan kuda besi dan menjadi juara dunia dalam kategori kelas utama yang mendapat stempel doyan jatuh tidak masuk akal.



Karena, kata Rainey, juara dunia merupakan seorang pembalap terbaik di dalam lintasan. Cara Marquez mengambil risiko sepertinya ingin menunjukkan kepada lawannya bahwa dia tidak takut. Tetapi itu bukan startegi yang cerdas.

"Secara pribadi, saya pikir tidak perlu melebihi batas sehingga sering jatuh 23 kali setahun. Setidaknya tidak masuk akal bagi saya. Jika Marc membuat kesalahan, 95% dia akan kehilangan bagian depan. Jika Anda membandingkan teknologi dan keamanan, seperti waktu di kelas empat tak atau dua tak, saya pikir motor sekarang lebih dapat diprediksi daripada waktu saya membalap," kata Rainey dikutip dari Corsedimoto, Selasa (8/1/2019).

Marquez percaya bahwa dia tidak akan jatuh, tapi itu lebih sering jatuh daripada siapa pun dalam kategori ini. Dan menjadi juara dunia, itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal," tambah Rainey.

Mantan juara dunia tiga kali di kelas 500cc itu sedikit memberi saran kepada Marquez. Menurutnya, ia perlu mengubah gaya balapnya karena jika ia terus membuay kesalahan begitu sering, pembalap asal Spanyol itu kemungkinan tidak akan bangun secepat itu lagi.

"Saya pikir Marc sangat baik sehingga dia tidak harus membalap seperti itu. Anda tidak boleh mengambil risiko ini. Saya tidak berpikir itu perlu, terutama ketika Anda juara dunia. Saya berharap bahwa dengan pengalamannya, suatu hari dia akan menemukannya," jelas Rainey.

"Terkadang lebih baik untuk tidak mencoba persepuluh detik terakhir, karena biasanya memiliki tiga atau empat persepuluh detik keunggulan dibandingkan yang lain. Saya pikir lebih penting untuk menjadi dua per sepuluh lebih cepat dan menyelesaikan putaran daripada tiga per sepuluh lebih cepat, tetapi jangan menyelesaikan putaran," pungkas Marquez.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak