alexametrics

Liga Inggris 2018/2019

Bedah Ketergantungan Chelsea pada Jorginho Jelang Derby London

loading...
Bedah Ketergantungan Chelsea pada Jorginho Jelang Derby London
Statistik membeberkan bahwa Jorginho telah melakukan 1.997 operan dalam 21 pertandingan bersama Chelsea - hampir 200 lebih banyak daripada pemain lain di Liga Inggris / Istimewa
A+ A-
LONDON - Chelsea tidak akan mengubah formasi 4-3-3 saat menjalani laga Derby London melawan Arsenal di Stadion Emirates, Minggu (20/1/2019) dini hari WIB. Metode permainan menyerang tersebut dinilai pelatih Maurizio Sarri bahwa timnya saat ini masih belum siap mengganti formasi yang biasa digunakan.

Ketidaksiapan pemain yang diutarakan Sarri menyebabkan Jorginho memiliki peran yang sangat krusial di skuat Chelsea musim ini. Saking dianakemaskannya, gelandang asal Brasil tersebut harus bekerja keras untuk mengaktualisasikan keinginan pelatih yang dikenal memiliki gaya umpan pendek dan terobosan.

Alhasil, Sarri sangat ketergantungan terhadap pemain yang dibeli seharga 60 juta poundsterling dengan durasi kontrak lima tahun tersebut. Statistik membeberkan bahwa Jorginho telah melakukan 1.997 operan dalam 21 pertandingan bersama Chelsea - hampir 200 lebih banyak daripada pemain lain di Liga Inggris.



Tapi apa yang dilakukan Jorginho dengan umpan-umpan itu menjadi bahan perdebatan, sebab mantan pemain Napoli belum memberikan satu pun assist di musim ini. Data tersebut seakan memberitahu peran pemain berusia 27 tersebut bahwa ia terlalu berlebihan bermain di barisan pertahanan.

Itu sebagaimana disampaikan mantan pemain Newcastle United, Jermaine Jenas. "Banyak orang akan terkesan dengan hal itu, tetapi bagi saya, secara pribadi, Anda memiliki empat pemain belakang dalam daftar itu (operan terbanyak di Liga Inggris), yang memberi tahu saya bahwa Anda bermain berlebihan di belakang, tidak menggerakkan bola ke depan dengan cukup cepat atau tidak mengambil risiko yang cukup dengan bola ke depan."

Cara Chelsea memaksimalkan serangan dari kaki Jorginho telah menimbulkan masalah. Sebab, Sarri kesulitan untuk mencari pelapis yang memiliki kekuatan serta karakteristik permainan yang sama seperti dia mengingat Cesc Fabregas sudah berangkat ke AS Monaco.

"Mungkin dalam dua pertandingan terakhir, dia sedikit lelah. Dia menggerakkan bola sedikit lebih lambat dari sebelumnya, tapi saya pikir itu normal. Kamu tidak bisa tetap di puncak selama 60 pertandingan, jadi itu normal untuk memiliki periode yang berbeda, periode di mana kamu tidak begitu jernih seperti biasanya. Tapi itu bukan masalah besar," cetus Sarri.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak