alexametrics

Tak Terima Kekalahan, Broner Sebut Ada Skenario Pacquiao vs Mayweather

loading...
Tak Terima Kekalahan, Broner Sebut Ada Skenario Pacquiao vs Mayweather
Petinju AS Adrien Broner tidak mengakui kekalahannya dari Manny Pacquiao/Foto/Reuters
A+ A-
LAS VEGAS - Petinju AS Adrien Broner tidak mengakui kekalahannya dari Manny Pacquiao. Broner mengaku dia lebih unggul, dan kemenangan diberikan kepada Pacman -julukan Pacquiao, demi memberi jalan petinju Filipina itu bertemu Floyd Mayweather.

Pacquiao berhasil mempertahankan gelar sabuk juara kelas welter WBA setelah mengalahkan Broner dengan unanimous decision 117-111, 116-112, dan 116-112 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (19/1/2019) malam waktu lokal atau Minggu (20/1/2019) siang WIB.

(Baca juga: Bungkam Broner, Pacquiao Pertahankan Gelar).



Namun, dalam wawancara dengan Jim Gray di ring, Broner mengatakan bahwa dia mengalahkan Pacquiao. Broner juga mengklaim bahwa para hakim mendukung Pacquiao untuk memastikan bahwa Pacquiao dan Floyd Mayweather Jr bertemu, yang mana pertandingan ulang tersebut akan sangat menguntungkan secara finansial pada akhir tahun ini.

"Saya mengalahkan dia," kata Broner dilansir boxingscene.com. "Semua orang di sana tahu, saya mengalahkannya. Saya mengendalikan pertarungan. Dia kalah. Saya lebih sering memukulnya. Saya mengalahkannya."

"Saya ingin berterima kasih kepada seluruh pendukung yang datang ke sini. Anda tahu saya mengalahkan dia. Mereka berusaha mendapatkan uang dengan Pacquiao dan Floyd. ”

Namun, statistik CompuBox yang belum dirilis secara resmi menyebutkan Pacquiao mendaratkan 62 pukulan lebih daripada Broner (112 pukulan dari 568, berbanding 50-dari-295 milik Broner).

Pacquiao juga mendaratkan lebih banyak power punch lebih banyak ketimbang Broner dengan 82 dari 197, berbanding 39 darfi 180. Sedangkan jab, 30 dari 371 berbanding 11 dari 115.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak