alexametrics

Sidang 29 Januari, Khabib Perkirakan Dihukum 9 Bulan hingga Setahun

loading...
Sidang 29 Januari, Khabib Perkirakan Dihukum 9 Bulan hingga Setahun
Juara kelas ringan UFC Khabib Nurmagomedov berharap mendapat hukuman ringan menyusul aksi keributan pasca kemenangannya atas Conor McGregor/Foto/Daily Mail
A+ A-
MELBOURNE - Juara kelas ringan UFC Khabib Nurmagomedov berharap mendapat hukuman ringan menyusul aksi keributan pasca kemenangannya atas Conor McGregor pada pertarungan UFC 229 di T-Mobile Arena, Las Vegas, 7 Oktober 2018 lalu. Khabib akan menghadairi sidang Komisi Atletik Negara Nevada, AS, pada 29 Januari 2019.

Petarung Rusia tersebut berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan McGregor pada ronde keempat. Namun, Khabib (27-0 MMA, 11-0 UFC) melakukan tindakan di luar batas saat keluar dari Octagon dan bertukar pukulan dengan Dillon Danis, anggota tim McGregor,

Aksi itu memicu kerusuahan lebih lanjut ketika staf keamanan mendapat serangan dan McGregor menjadi sasaran pemukulan tiga anggota tim Khabib. McGregor (21-4 MMA, 9-2 UFC ) juga akan menghadapi sidang Komisi Atletik Negara Bagian Nevada bersama Khabib.



"Saya akan menghadapi pengadilan pada 29 Januari. Kita lihat saja. Mungkin mereka akan memberiku hukuman sembilan bulan atau satu tahun (dilarang bertanding)," kata Khabib berbicara di depan fans pada sebuah event in Melbourne, Australia, seperti dilansir sportsjoe.ie, Minggu (20/1/2019).

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi atau siapa yang akan menjadi lawanku berikutnya," imbuh Khabih ketika ditanya siapa lawan yang bakal dihadapi setelah sanksi dijatuhkan nanti.

Namun, Khabib merasa bahwa, dengan ketidakhadirannya, Tony Ferguson akan menghadapi Dustin Poirier untuk menjadi lawan nomor satu dirinya begitu dia kembali.

Nurmagomedov juga mengklaim McGregor harus menghadapi lawan yang berperingkat tinggi sebelum dia dipertimbangkan untuk pertandingan ulang perebutan gelar.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak