alexametrics

Liga Champions 2018/2019

Meski Menang Leg Pertama, Posisi AS Roma Masih Riskan

loading...
Meski Menang Leg Pertama, Posisi AS Roma Masih Riskan
Meski Menang Leg Pertama, Posisi AS Roma Masih Riskan
A+ A-
ROMA - Eusebio di Francesco memastikan AS Roma akan tetap tampil menyerang saat melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions kontra FC Porto. Pelatih asal Italia tersebut menyebut hanya fokus bermain bertahan di kandang wakil Portugal itu merupakan suatu kesalahan.

Musim lalu Roma mengalami kesulitan saat melakoni fase 16 besar Liga Champions versus Shakhtar Donetsk. I Lupi cukup beruntung bisa lolos ke perempat final karena keuntungan gol tandang. Pada leg pertama di Metalist Stadium, mereka kalah 1-2.

Tapi, saat menjadi tuan rumah di Olimpico, Roma menang 1-0. Walau agregatnya 2-2, berkat satu gol saat di Ukraina, Pasukan Serigala berhak melenggang. Sekarang, situasi sebaliknya berpotensi dialami wakil Seri A itu.



Roma bisa memenangkan leg pertama di hadapan fans setia, Rabu (13/2). Namun, tuan rumah membiarkan Porto mencetak satu gol tandang lantaran laga berkesudahan 2-1. Sempat tertinggal 0-2 akibat gol Nicolo Zaniolo (70, 76), tim tamu bisa membalas lewat Adrian (79).

Sukses Adrian memaksimalkan Tiquinho mengubah segalanya. Karena, itu bisa menjadi batu sandungan bagi Roma saat nanti menyambangi Estadio Do Dragao, Kamis (7/3). Soalnya, mereka tidak boleh kebobolan apalagi sampai terpeleset.

“Hasil akhirnya sangat disayangkan. Tapi, saya tetap memuji para pemain atas soliditas yang diperlihatkan sepanjang permainan. Mereka menciptakan banyak peluang, bisa menutup celah di lini belakang, dan memilih waktu tepat untuk menyerang,” ucap Di Francesco, dilansir Skysport.

Jika pada pertemuan berikutnya Roma kalah 0-1, Porto yang bertahan, sekalipun agregat imbang 2-2. Inilah yang menjadi kekhawatiran Di Francesco. Pasalnya, skenario itu bisa saja terjadi bila melihat rekor Iker Casillas dkk ketika menjadi tuan rumah.

Selama 15 laga kandang terbaru di semua kompetisi, Porto belum pernah terkalahkan, yakni 14 menang dan satu imbang, delapan kemenangan di antaranya diraih dengan margin lebih dari dua gol. Itu artinya, peluang Dragoes membalikkan keadaan terbuka lebar.

Karena itu, Di Francesco meminta pasukannya tidak hanya mencoba menjaga keunggulan pada pertemuan berikutnya. Dia ingin armadanya tetap menyerang dan berusaha mencetak gol sebanyak mungkin. Tujuannya agar Porto tidak punya waktu menekan.

“Yang bisa saya katakan merupakan kesalahan terbesar jika hanya fokus bertahan atau sekadar menjaga keunggulan pada leg kedua. Pada laga ini, kami telah melihat insiden kecil bisa mengubah semuanya,” tandas Di Francesco.

Agar rencana itu dapat terlaksana, Di Francesco meminta seluruh pasukannya bermain lebih ganas lagi di tiga pertandingan berikutnya di Seri A. Artinya, Roma harus menang besar saat menjamu Bologna, Selasa (19/2), sowan ke Frosinone, Minggu (24/2), dan ketika Derby della Capitale kontra Lazio di Olimpico, Minggu (3/3).
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak