Mantan Pelari Nasional Triyaningsih Ramaikan Grey Days Run 2024
Minggu, 19 Mei 2024 - 21:16 WIB
loading...
Mantan Pelari Nasional Triyaningsih Ramaikan Grey Days Run 2024. Foto: MPI/Andhika Khoirul Huda
A
A
A
JAKARTA - Mantan atlet lari Indonesia, Triyaningsih , menyoroti pembinaan atlet lari di Tanah Air. Menurutnya, salah satu tugas besar saat ini adalah menyebarkan minat lari agar lebih banyak pelari non-profesional berminat menjadi atlet.
Triyaningsih merupakan salah satu atlet lari nasional dengan prestasi gemilang, termasuk 10 medali emas yang diraihnya selama berlaga di lima ajang SEA Games.
Setelah era-nya berakhir, hanya Odekta Elvina Naibaho yang mampu mendekati prestasinya di antara pelari putri Indonesia. Namun, terdapat jarak yang cukup jauh dengan para pelari muda.
Triyaningsih menilai regenerasi atlet lari putri Indonesia terbilang lambat karena pembinaan yang kurang maksimal. Selain itu, menurutnya, lari bukan lagi olahraga yang murah, sehingga perlu dukungan besar dari berbagai pihak.
"Itu teknis, kembali lagi ke pembinaan. Pembinaan itu sangat kompleks, tidak hanya soal bakat tetapi juga dukungan karena untuk menjadi pelari membutuhkan peralatan yang cukup mahal. Anda tahu sendiri, lari bukan lagi olahraga murah sekarang," kata Triyaningsih kepada media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui dalam acara selebrasi New Balance Grey Days di Jakarta, Minggu (19/5/2024).
![Mantan Pelari Nasional Triyaningsih Ramaikan Grey Days Run 2024]()
"Jadi, jika ingin mendapatkan performa yang baik, harus menyiapkan langkah-langkah yang tepat. Tidak hanya peralatan seperti sepatu dan jam tangan, tetapi juga nutrisi dan pemulihan untuk meminimalisir cedera," tambahnya.
Oleh karena itu, Triyaningsih melihat regenerasi atlet lari, khususnya pelari wanita, perlu didukung dengan menyebarkan minat lari kepada masyarakat. Menurutnya, cara ini dapat meningkatkan minat para pelari non-profesional untuk menjadi atlet.
Salah satu upaya yang dilakukannya adalah berpartisipasi dalam acara Grey Days 2024 yang diselenggarakan oleh merek sepatu global, New Balance. Ia mengaku senang dengan adanya acara ini karena dapat menyatukan para pecinta lari.
"Itu tugas kita semua untuk menyebarkan minat lari agar banyak pelari yang berminat menjadi atlet dan dapat mewakili daerahnya atau Indonesia di kancah internasional, sehingga kita terus berprestasi," ujar mantan pelari nasional berusia 36 tahun itu.
"Saya sangat senang bisa bergabung dalam acara New Balance Grey Days hari ini karena ini adalah salah satu event yang bisa menyatukan kita para pecinta lari, termasuk penggemar New Balance. Jadi, kita bisa bersama-sama untuk hidup sehat dengan cara berlari di acara ini," tambahnya.
Rangkaian acara Grey Days 2024 dimulai dengan kolaborasi bernuansa serba abu-abu dengan Foot Locker yang dimeriahkan para pecinta street style dan deretan musisi ternama seperti Andien, Barasuara, Sun D, hingga DJ Jidho, pada Jumat (17/5/2024).
Acara berlanjut pada Minggu pagi (19/5/2024) dengan menggelar Planet Sports New Balance Grey Days Run yang diikuti oleh ratusan pelari urban dari komunitas NBRC, Riot, IndoRunners, dan komunitas lari lainnya. Triyaningsih turut memeriahkan acara ini.
"Perayaan Grey Days kali ini terinspirasi dari DNA dan identitas New Balance yang berpusat pada gaya hidup komunitas urban," ucap General Manager Brand Marketing Sports MAP Active, Martina Harianda Mutis.
"Kolaborasi dengan Foot Locker dan Planet Sports menjadikan Grey Days 2024 sebagai selebrasi semangat kolektivisme dan budaya komunitas urban, serta kecintaan mereka terhadap New Balance dan semangat legasi warna abu-abu yang tak pernah padam," tambahnya.
"Grey Days bukan hanya tentang perayaan sepatu, tetapi juga tentang kebersamaan, nilai-nilai, kreativitas, dan semangat komunitas yang berani menantang batasan demi terus maju ke depan," pungkasnya.
Sebagai informasi, legasi Grey Days dimulai sejak tahun 1970-an, saat warna abu-abu memiliki ciri khas tersendiri yang mencolok di tengah concrete jungle perkotaan. Dengan material suede abu-abu, selain memperkuat daya tahan sepatu, juga sangat cocok dengan gaya khas masyarakat urban. Hal ini menjadi awal dari berbagai produk New Balance berwarna abu-abu yang kini tak terhitung jumlahnya.
Triyaningsih merupakan salah satu atlet lari nasional dengan prestasi gemilang, termasuk 10 medali emas yang diraihnya selama berlaga di lima ajang SEA Games.
Setelah era-nya berakhir, hanya Odekta Elvina Naibaho yang mampu mendekati prestasinya di antara pelari putri Indonesia. Namun, terdapat jarak yang cukup jauh dengan para pelari muda.
Triyaningsih menilai regenerasi atlet lari putri Indonesia terbilang lambat karena pembinaan yang kurang maksimal. Selain itu, menurutnya, lari bukan lagi olahraga yang murah, sehingga perlu dukungan besar dari berbagai pihak.
"Itu teknis, kembali lagi ke pembinaan. Pembinaan itu sangat kompleks, tidak hanya soal bakat tetapi juga dukungan karena untuk menjadi pelari membutuhkan peralatan yang cukup mahal. Anda tahu sendiri, lari bukan lagi olahraga murah sekarang," kata Triyaningsih kepada media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui dalam acara selebrasi New Balance Grey Days di Jakarta, Minggu (19/5/2024).

"Jadi, jika ingin mendapatkan performa yang baik, harus menyiapkan langkah-langkah yang tepat. Tidak hanya peralatan seperti sepatu dan jam tangan, tetapi juga nutrisi dan pemulihan untuk meminimalisir cedera," tambahnya.
Oleh karena itu, Triyaningsih melihat regenerasi atlet lari, khususnya pelari wanita, perlu didukung dengan menyebarkan minat lari kepada masyarakat. Menurutnya, cara ini dapat meningkatkan minat para pelari non-profesional untuk menjadi atlet.
Salah satu upaya yang dilakukannya adalah berpartisipasi dalam acara Grey Days 2024 yang diselenggarakan oleh merek sepatu global, New Balance. Ia mengaku senang dengan adanya acara ini karena dapat menyatukan para pecinta lari.
"Itu tugas kita semua untuk menyebarkan minat lari agar banyak pelari yang berminat menjadi atlet dan dapat mewakili daerahnya atau Indonesia di kancah internasional, sehingga kita terus berprestasi," ujar mantan pelari nasional berusia 36 tahun itu.
"Saya sangat senang bisa bergabung dalam acara New Balance Grey Days hari ini karena ini adalah salah satu event yang bisa menyatukan kita para pecinta lari, termasuk penggemar New Balance. Jadi, kita bisa bersama-sama untuk hidup sehat dengan cara berlari di acara ini," tambahnya.
Rangkaian acara Grey Days 2024 dimulai dengan kolaborasi bernuansa serba abu-abu dengan Foot Locker yang dimeriahkan para pecinta street style dan deretan musisi ternama seperti Andien, Barasuara, Sun D, hingga DJ Jidho, pada Jumat (17/5/2024).
Acara berlanjut pada Minggu pagi (19/5/2024) dengan menggelar Planet Sports New Balance Grey Days Run yang diikuti oleh ratusan pelari urban dari komunitas NBRC, Riot, IndoRunners, dan komunitas lari lainnya. Triyaningsih turut memeriahkan acara ini.
"Perayaan Grey Days kali ini terinspirasi dari DNA dan identitas New Balance yang berpusat pada gaya hidup komunitas urban," ucap General Manager Brand Marketing Sports MAP Active, Martina Harianda Mutis.
"Kolaborasi dengan Foot Locker dan Planet Sports menjadikan Grey Days 2024 sebagai selebrasi semangat kolektivisme dan budaya komunitas urban, serta kecintaan mereka terhadap New Balance dan semangat legasi warna abu-abu yang tak pernah padam," tambahnya.
"Grey Days bukan hanya tentang perayaan sepatu, tetapi juga tentang kebersamaan, nilai-nilai, kreativitas, dan semangat komunitas yang berani menantang batasan demi terus maju ke depan," pungkasnya.
Sebagai informasi, legasi Grey Days dimulai sejak tahun 1970-an, saat warna abu-abu memiliki ciri khas tersendiri yang mencolok di tengah concrete jungle perkotaan. Dengan material suede abu-abu, selain memperkuat daya tahan sepatu, juga sangat cocok dengan gaya khas masyarakat urban. Hal ini menjadi awal dari berbagai produk New Balance berwarna abu-abu yang kini tak terhitung jumlahnya.
(sto)
Lihat Juga :