alexametrics

Jangan Ulangi Kesalahan

loading...
Jangan Ulangi Kesalahan
Jangan Ulangi Kesalahan. (Reuters).
A+ A-
SCHALKE - Evaluasi langsung dilakukan Pep Guardiola setelah Manchester City (Man City) dipaksa bersusah payah menundukkan Schalke 04 dengan skor 3-2 di leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (21/2).

Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai The Citizensterlalu mudah melakukan kesalahan. Guardiola mengatakan cukup mengapresiasi perjuangan keras pasukannya di Veltins-Arena.

Mereka tetap bersemangat meski keseimbangan permainan sempat terganggu setelah kehilangan Nicolas Otamendi akibat kartu kuning kedua pada menit ke-68. Namun, Guardiola menyayangkan armadanya kerap melakukan blunder.



Dia menilai kesalahan elementer yang kerap terjadi mengindikasikan bahwa Man City masih belum siap untuk menjuarai Liga Champions. Apa yang dikatakan Guardiola sesuai fakta.

Man City yang sempat unggul lewat Sergio Aguero pada menit ke- 18 dibuat ketar-ketir setelah Schalke mendapatkan dua hadiah penalti yang dieksekusi sempurna oleh Nabil Bentaleb (38, 45).

Beruntung, Man City bisa membawa pulang kemenangan berkat gol Leroy Sane (85) dan Raheem Sterling (90). “Mencetak tiga gol dan reaksi yang diperlihatkan ketika bermain dengan 10 orang, kami bermain luar biasa. Saya puas, tapi itu belum cukup. Kami seperti memberikan gol kepada Schalke. Permainan kami enak dilihat, tapi tidak tahu akan sampai di mana perjalanan kami di Liga Champions musim ini. Pemain penting tidak boleh kehilangan bola,” ungkap Guardiola, dilansir manchestereveningnews.

Karena itu, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen tersebut menantang para pemainnya untuk terus melakukan evaluasi. Guardiola yakin Man City bisa jauh lebih baik karena memiliki pemainpemain berkualitas.

Secara khusus Guardiola menantikan respons positif David Silva dkk jelang laga final Piala Liga (Carabao Cup) melawan Chelsea di Wembley Stadium, Minggu (24/2). Man City bertekad meraih kemenangan guna mengamankan trofi pertama musim ini.

Mempertahankan agresivitas permainan menyerang bakal diimbangi pembenahan di lini belakang. Dalam 14 laga terakhir di semua kompetisi, Man City menang 13 kali dan sukses menggelontorkan 52 gol. “Melihat pertandingan ini, Chelsea tentu akan diuntungkan.

Tapi, di masa depan itu mungkin akan membantu kami. Anda harus merasakan situasi seperti ini di kompetisi sekelas Liga Champions,” papar Guardiola. Berbeda dengan Guardiola, Sane justru merasa laga melawan Schalke merupakan pembuktian kekuatan mental Man City.

Dia mengatakan timnya tidak pernah menyerah meski mendapatkan perlawanan sengit dari Schalke. Sane pun yakin spirit serupa bakal ditunjukkan Man City di final Piala Liga kontra Chelsea sekaligus legkedua babak 16 besar di Etihad Stadium, 13 Maret mendatang.

“Itu memang bukan laga terbaik kami. Tapi, kami menang dan mencetak tiga gol tandang. Kami tidak pernah menyerah. Kami selalu ingin berjuang dan terus bertarung. Kami mengetahui kualitas yang kami miliki di tim,” ujarnya.

Sementara di kubu lawan, nestapa Schalke berlanjut. Mereka belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi, yaitu satu imbang dan dua kalah. Ambisi pasukan Domenico Tedesco melenggang kebabak perempat final bakal lebih berat karena Man City punya keunggulan gol tandang. (Alimansyah)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak