alexametrics

Kratingdaeng Piala Indonesia 2019

Singkirkan PSIS, Bhayangkara FC Rebut Tiket Terakhir 8 Besar

loading...
Singkirkan PSIS, Bhayangkara FC Rebut Tiket Terakhir 8 Besar
Bhayangkara FC mengamankan tiket terakhir babak 8 besar Kratingdaeng Piala Indonesia 2019 setelah menyingkirkan PSIS Semarang/Foto/twitter/psisfcofficial
A+ A-
MAGELANG - Bhayangkara FC mengamankan tiket terakhir babak 8 besar Kratingdaeng Piala Indonesia 2019. Pasukan Angel Alfredo Vera menang 4-1 pada leg kedua babak 16 besar di di Stadion Moch Soebroto, Minggu (24/2/2019).

Bhayangkara FC sempat dikejutkan dengan gol cepat tuan rumah melalui Hari Nur Yulianto pada menit ketujuh. Namun, mereka membalas empat gol melalui Anderson Salles pada menit ke-24 dan 86, Dendy Sulistyawan (46), dan Lee Yu Jun (63). Dengan kemenangan ini, Bhayangkara FC unggul agregat 5-2 setelah pada leg pertama bermain imbang 1-1.
Tim lolos babak 8 besar
1. PSM Makassar
2. Bali United F.C.
3. Borneo FC
4. Persebaya Surabaya
5. Persib Bandung
6. Persija Jakarta
7. Madura United
8. Bhayangkara FC“Kami paham laga ini tidak akan mudah, tapi kami coba bermain lebih sabar. Pertandingan berjalan seperti apa yang kami perkirakan,” ujar Pelatih Bhayangkara FC Angel Alfredo Vera dilansir laman resmi PSIS.

Ini pertama kali Alfredo Vera mampu memenangkan pertandingan di Magelang. Saat masih menangani Persebaya dan Sriwijaya FC pada kompetisi Liga 1 2018, pelatih asal Argentina tersebut menelan hasil negatif. “Sepak bola seperti itu, bisa menang, seri, dan bisa kalah. Waktu itu kami kalah, tapi hari ini kami bersyukur bisa menang,” ucap Vera.



Sementara Pelatih PSIS Jafri Sastra meminta maaf atas hasil yang tak sesuai harapan. Namun, dia menyebut inilah hasil maksimal yang dipetik anak asuhnya. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan, tapi hari ini hasilnya tidak sesuai harapan. Saya minta maaf kepada suporter yang sudah hadir disini," katanya dilansir laman PSSI.

Menurut Jafri, timnya seperti mendapat hukuman dari tiga gol yang tercipta dari tendanagan bebas. “Kami sempat unggul, tapi tiga bola free kick jadi hukuman bagi kami. Ini pembelajaran. Intinya kami butuh proses untuk pertandingan berikutnya. Habis Piala Indonesia, ada Piala Presiden, terus Liga 1,” ungkap pelatih berusia 53 tahun itu.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak