alexametrics

Perjalanan Panjang Roger Federer Merebut 100 Trofi Juara

loading...
Perjalanan Panjang Roger Federer Merebut 100 Trofi Juara
Perjalanan Panjang Roger Federer Merebut 100 Trofi Juara/ATP
A+ A-
Roger Federer mencetak sejarah meraih gelar juara ke-100 dalam karir tenis ATP Tour. Dia menjadi orang kedua di era Open yang meraih 100 trofi juara setelah Jimmy Connors (109 trofi). Sejarah itu tercipta saat Federer menjuarai Dubai Duty Free Championships, Sabtu pekan lalu. Bagaimana sih perjalanan petenis 37 tahun asal Swiss itu mengumpulkan gelar bergengsinya hingga 100 trofi?




Trofi No 1 Tahun 2001 di Milan





Federer merebut trofi pertama ATP Tournya saat menjuarai turnamen di Milan, Italia pada 2001. Di final, Federer mengalahkan petenis Prancis, Julien Boutter, 6-4, 6-7(7), 6-4.



’’Saya kalah di dua laga final, di Marseille dan Basel. Jadi, saya sangat menginginkan gelar pertama ATP. Itu pekan yang hebat buat saya. Saya mengalahkan beberapa petenis hebat untuk sampai di sini (final),’’kata Federer mengomentari keberhasilannya saat juara di Milan.



Tidak mudah bagi Federer juara. Federer menundukkan Goran Ivanisevic dan Yefgeny Kafelnikov di babak perempat final dan semifinal sebelum menaklukkan Boutter di final.



"Saat itu menyenangkan dan kemudian mengalahkan Boutter di final. Saya mendapatkan tekanan karena mungkin saya sangat ingin ke final,’’tutur Federer.’’Tapi, bermain di lapangan indoor dan Boutter memiliki servis yang keras, kamu tidak akan tahu apa yang terjadi.’’



Titel No 25 di Dubai pada 2005.



Prestasi Federer terus melejit dengan banyak meraih gelar di turnamen ATP Tour. Dia membutuhkan waktu empat tahun untuk merebut gelar ke-25. Di final di Dubai 2005, Federer menaklukkan Ivan Ljubicic dari Kroasia di final, 6-1, 6-7(6), 6-3.



Di Turnamen Dubai, Federer dan Andre Agassi membuat sensasi dengan bermain tenis di helipad di puncak Burj Al Arab. Di final, Federer mendapat perlawanan sengit dari Ljubicic yang kala itu petenis yang sulit ditaklukkan. Ljubicic pun sempat bercanda saat seremoni penyerahan trofi.’’Saya sedikit mual dekat dengan pria ini (Federer),’’canda Ljubicic.



Titel No 50 di Cincinnati, 2007




Koleksi gelar Federer terus memenuhi rak koleksi juaranya. Dia merebut trofi ke-50 setelah menaklukkan petenis Amerika Serikat, James Blake, 6-1, 6-4 di final Cincinnati pada 2007. Federer bertanding di turnamen Western & Southern Open dengan kondisi lebih fresh setelah kalah dari Novak Djokovic di final Montreal. Dia bermain bagus hingga lolos semifinal di Western & Southern Open. Di semifinal, dia terlibat pertarungan seru dengan mantan petenis nomor satu dunia Lleyton Hewitt.



Setelah melewati Hewitt, dia berjumpa petenis favorit tuan rumah, James Blake. Hasilnya, Federer menang dua set untuk merengkuh gelar ke-50.’’Saya ingat final melawan James Blake. Dia salah satu pemain yang bagus. Saya melakukan block, servis bagus, untuk menang. Itu gelar ke-50 saya, sangat membanggakan,’’kenang Federer.



Kala itu kemenangan kedua dari tujuh gelar Federer di Cincinnati. Tak heran, jika Cincinnati adalah tempat berkesan bagi Federer. ’’Cincinnati salah satu lapangan favorit saya. Saya selalu bermain bagus di sana,’’ujarnya.



Titel No 75 di Wimbledon 2012

Selebrasi trofi ke-75 dirayakan Federer ketika juara di Grand Slam Wimbledon 2012. Di final, Federer membungkam petenis tuan rumah, Andy Murray di final dalam permainan seru empat set, 4-6, 7-5, 6-3, 6-4.



Federer bertanding di Wimbledon dengan membawa kenangan pahit tanpa gelar grand slam sejak juara Australia Terbuka 2010. Di semifinal Wimbledon, Federer mengeliminasi petenis nomor satu duniaNovak Djokovic. Di final, Federer berjumpa favorit tuan rumah, Andy Murray yang digadang-gadang menjadi petenis Inggris pertama yang juara Wimbledon sejak 76 tahun lalu.



Federer bergabung dengan William Renshaw dan Pete Sampras yang meraih tujuh gelar di All England Club. "Turnamen yang berkesan bagi saya. Juga membawa saya kembali nomor satu dunia,’’kata Federer. ’’Kemenangan di Wimbledon epic bagi saya.’’


Titel No 100 di Dubai 2019.



Tujuh tahun berselang setelah merebut trofi ke-75, Federer kembali berpacu memburu trofi ke-100. Penantian Federer berakhir manis dengan menjuarai Dubai Championships setelah mengalahkan Stefanos Tsitssipas di final, 6-4, 6-4.



Perjuangannya meraih gelar ke-100 diawali October 2018 saat merebut gelar ke-99 pada Oktober 2018 di Basel. Harapan Federer untuk segera mengangkat trofi ke-100 terganjal saat kalah dari Tsitssipas di babak keempat Australia Terbuka 2019.



’’Duduk di sini hari ini, menikmati kemenangan ke-100, ini tidak bisa dipercaya. Tahun lalu setelah mendapat gelar ke-96, 97, saya merasakan kemungkinan bisa meraih gelar ke-100 adalah pasti. Itu terjadi,’’kata Federer. ’’Saya ingin berterima kasih kepada tim, setiap orang yang mensupport saya.’’
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak